Naibul Fa’il dan Penggunaannya dalam Al-Qur’an (Analisis Sintaksis) = Naibul Fa'il and Its Use in the Qur'an (Syntactic Analysis)


RAHMAN, IFFA AISYAH (2025) Naibul Fa’il dan Penggunaannya dalam Al-Qur’an (Analisis Sintaksis) = Naibul Fa'il and Its Use in the Qur'an (Syntactic Analysis). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F031201045-Cover.png

Download (350kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F031201045-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (338kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F031201045-dp(FILEminimizer).pdf

Download (260kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F031201045-SKRIPSI-FULL TEXT(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 29 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Naibul Fa’il merupakan salah satu unsur sintaksis dalam bahasa Arab yang berfungsi menggantikan posisi Fa’il dalam kalimat pasif (Fi’il Majhul). Keberadaannya sering kali memerlukan analisis mendalam untuk dapat diidentifikasi dengan tepat, karena bentuknya yang bervariasi dan terkadang tersembunyi. Perbedaan fungsi yang menggantikan kedudukan Fa’il serta tujuan penggunaannya dalam Al-Qur’an juga dapat memengaruhi makna suatu ayat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis Na’ibul Fa’il, fungsi yang menggantikan kedudukan fa’il, serta tujuan penggunaannya pada Juz 29 dan Juz 30 Al-Qur’an. Metode. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat. Data penelitian berupa ayat-ayat yang mengandung Naibul Fa’il dalam Juz 29 dan 30, yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Data tersebut kemudian dianalisis berdasarkan jenis Naibul Fa’il menggunakan Teori Al-Ghalayain, juga berdasarkan fungsi yang menggantikan kedudukan Fail serta tujuan penggunaan Naibul Fail berdasarkan teori Ibrahim Barakat. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 105 Naibul Fa’il pada 98 ayat, dengan empat jenis: Isim Zahir, Isim Mubham, Dhamir Muttasil, dan Dhamir Mustatir. Fungsi yang menggantikan Fa’il meliputi Maf’ul Bih (Objek) dan Jar Majrur. Tujuan penggunaannya bervariasi, mulai dari penyebutan pelaku yang tidak esensial, pelaku sudah diketahui, takut kepada pelaku, penghormatan dan penghinaan kepada pelaku. Kesimpulan. Penelitian ini menegaskan bahwa terdapat berbagai jenis Naibul Fa’il yang digunakan pada Juz 29 dan Juz 30 dengan tujuan penggunaan yang juga bervariasi. Ilmu Nahwu dibutuhkan untuk mengidentifikasi keberadaan Naibul Fa’il, dan pemahaman mengenai mengenai tujuan penggunaan Naibul Fa’il akan membantu dalam memahami makna konteks ayat secara lebih mendalam.

Keyword : na’ibul fa’il; analisis sintaksis; ibrahim barakat; al-ghalayain; al-qur’an.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: na'ib al-fa'il; syntactic analysis; ibrahim barakat; al-ghalayain; qur'an;
Subjects: P Language and Literature > PC Romance languages
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Asia Barat
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 11 Feb 2026 07:35
Last Modified: 11 Feb 2026 07:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53463

Actions (login required)

View Item
View Item