IPUTRI, NTAN MAHARANI (2025) Perbedaan Efek Antara Dual-Task (Motor-Cognitive) Dengan Backward Walking Terhadap Peningkatan Keseimbangan Lanjut Usia = Comparative Effects Of Dual-Task (Motor-Cognitive) And Backward Walking On Balance Improvementin The Elderly. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062221027-ut7jXJAOzhKs02Gb-20250818214612.jpg
Download (406kB) | Preview
P062221027-1-2.pdf
Download (293kB)
P062221027-dp.pdf
Download (48kB)
P062221027-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
INTAN MAHARANI PUTRI. Perbedaan Efek antara Dual-Task (Motor- Cognitive) dengan Backward Walking terhadap Peningkatan Keseimbangan Lanjut Usia (dibimbing oleh Andi Ariyandy and Meutiah Mutmainnah) Latar belakang. Penurunan fungsi sensorik dan muskuloskeletal, seperti kekuatan otot, fleksibilitas, elastisitas, dan rentang gerak sendi, umum terjadi seiring bertambahnya usia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan efek antara dual-task (motor-cognitive) dengan walking backward terhadap keseimbangan lanjut usia. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan jenis rancangan pre-post test design. Subjek penelitian yang terdiri dari 60 orang, berusia 60-70 tahun memenuhi kriteria inklusi dan dikelompokkan menjadi kelompok perlakuan dual-task (motor-cognitive) (n=30), kelompok perlakuan backward walking (n=30). Masing-masing kelompok menjalani latihan dengan frekuensi 3x seminggu dengan durasi 30 menit selama 4 minggu. Latihan yang dijalani oleh kelompok perlakukan dual-task (motor-cognitive) untuk minggu pertama, menjawab pertanyaan orientasi waktu dan tempat saat berjalan lurus. Minggu kedua, berjalan zig-zag sambil mengerjakan stroop test. Minggu ketiga, berjalan lurus disertai menghitung mundur dari angka 100. Minggu keempat, berjalan zig-zag sambil mengulangi kata dan menceritakan aktivitas harian dengan jarak sejauh 3 meter. Untuk kelompok perlakuan backward walking berupa pemanasan 5 menit, dilanjutkan backward walking sebanyak 5 sesi selama 20 menit dengan jeda istirahat 1 menit tiap sesi, dan diakhiri pendinginan 5 menit. Pengukuran keseimbangan dilakukan menggunakan timed up go test (TUGT). Hasil. Berdasarkan uji mann-witney diperoleh nilai p = 0,048 (mean rank 34,97 kelompok 1 > 26,03 kelompok 2), yang berarti terdapat perbedaan efek yang signifikan antara kelompok 1 (Dual-Task Motor- Cognitive) dengan kelompok 2 (Backward Walking). Berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,001 untuk pre test dan post test kelompok 1 (mean difference 15,73 pre test > 14,21 post test) yang berarti terdapat peningkatan keseimbangan yang signifikan pada kelompok dual-task (motor- cognitive), dan berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,003 untuk pre test dan post test kelompok 2 (mean difference 14,69 pre test > 13,69 post test) yang berarti terdapat peningkatan keseimbangan yang signifikan pada kelompok backward walking. Kesimpulan. Tidak ditemukan perbedaan efek antara dual-task (motor-cognitive) dengan backward walking. Keduanya efektif dalam meningkatkan keseimbangan pada lansia.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | lansia, dual-task (motor-cognitive), backward walking |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 03:21 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 03:21 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53454 |
