Perlindungan Hukum Jual Beli Buku Hasil Penggunaan Chatgpt = Legal Protection For The Sale and Purchase of Books Produced Using Chatgpt


CAHYANI, INDY ARDHIA (2025) Perlindungan Hukum Jual Beli Buku Hasil Penggunaan Chatgpt = Legal Protection For The Sale and Purchase of Books Produced Using Chatgpt. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
B011201250-8KfWszv9gOBlFhHp-20260123084221.jpeg

Download (332kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B011201250-1-2.pdf

Download (327kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B011201250-dp.pdf

Download (111kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
B011201250-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 January 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Penggunaan ChatGPT dalam pembuatan buku yang diperjualanbelikan menyebabkan banyaknya konsumen yang merasa dirugikan akibat buku yang dibeli bukan merupakan karya orisinil penulis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap jual beli yang dibuat dengan ChatGPT serta upaya hukum yang dapat dilakukan pembeli yang merasa dirugikan. Metode: Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Empiris, dengan menggabungkan data primer dari wawancara dan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Perlindungan hukum bagi konsumen yang merasa dirugikan atas pembelian buku yang dibuat dengan bantuan ChatGPT telah diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) yang mengatur hak-hak konsumen. Teknologi ChatGPT dipandang sebagai alat atau objek hukum, sehingga pelaku usaha yang menggunakan ChatGPT memiliki tanggung jawab penuh terkait dengan isu plagiarisme yang mungkin timbul dari produk tersebut.(2). Konsumen yang merasa dirugikan berhak memperoleh perlindungan berdasarkan Pasal 7 UUPK yang mengatur kewajiban pelaku usaha agar tidak melakukan tindakan sewenang- wenang, Pasal 19 UUPK yang menegaskan tanggung jawab pelaku usaha atas kerugian yang dialami konsumen. Selain itu, konsumen dapat menempuh upaya hukum untuk penyelesaian sengketa, baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi, sebagaimana diatur dalam Pasal 45 UUPK. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan hukum konsumen dalam konteks penggunaan layanan AI seperti ChatGPT belum dilakukan secara optimal. Hal ini dapat dilihat banyaknya konsumen yang belum mendapatkan ganti rugi yang memadai. Oleh karena itu, Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan peraturan pendukungnya memberikan mekanisme penyelesaian sengketa yang dapat ditempuh oleh konsumen, baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi seperti mediasi, guna memastikan hak konsumen terlindungi secara efektif di era digital ini. Kata Kunci: ChatGPT, Jual Beli, Perlindungan Konsumen

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: ChatGPT, Jual Beli, Perlindungan Konsumen
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 11 Feb 2026 01:12
Last Modified: 11 Feb 2026 01:12
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53427

Actions (login required)

View Item
View Item