PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PENGAMBILAN VIDEO TANPA IZIN UNTUK KONTEN BERSIMPATI DI MEDIA SOSIAL TIKTOK = Legal Protection for Victims of Unauthorized Video Recording for Sympathy Content on Social Media TikTok


PAKOLLERI, ANDI FILDZAH (2025) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PENGAMBILAN VIDEO TANPA IZIN UNTUK KONTEN BERSIMPATI DI MEDIA SOSIAL TIKTOK = Legal Protection for Victims of Unauthorized Video Recording for Sympathy Content on Social Media TikTok. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
B011201194-9Vj2mxLyKg8Yoht7-20260118124402.jpg

Download (324kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B011201194-1-2.pdf

Download (234kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B011201194-dp.pdf

Download (145kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
B011201194-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 December 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Pengambilan dan penyebaran video tanpa izin untuk konten bersimpati di TikTok merupakan praktik yang semakin marak dan berpotensi melanggar hak privasi individu. Tindakan tersebut tidak hanya menimbulkan dampak sosial dan psikologis bagi korban, tetapi juga menimbulkan persoalan hukum terkait perlindungan data pribadi di ruang digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum terkait pengambilan video tanpa izin untuk konten bersimpati di TikTok serta menilai sejauh mana peraturan perundang-undangan di Indonesia memberikan perlindungan hukum terhadap hak privasi individu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, dengan teknik pengumpulan bahan hukum melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, dan sumber tertulis lainnya, serta didukung oleh contoh kasus dalam jurnal dan pemberitaan media karena belum adanya putusan pengadilan yang secara khusus membahas peristiwa serupa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan merekam dan menyebarkan video seseorang tanpa persetujuan bertentangan dengan ketentuan KUHP, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Selain itu, korban dapat mengajukan pengaduan perlindungan administratif melalui Kementerian Komunikasi dan Digital dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman batas-batas penggunaan media sosial serta perlunya penegakan hukum yang konsisten guna melindungi hak privasi individu dari praktik pengambilan video tanpa izin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Konten bersimpati; Korban; Media Sosial; Pengambilan video; Tiktok
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 11 Feb 2026 00:55
Last Modified: 11 Feb 2026 00:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53425

Actions (login required)

View Item
View Item