Apriani, Nadiah Khalishah (2025) GANTI KERUGIAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN MANOKWARI ATAS KENDALA PENDISTRIBUSIAN AIR BERSIH = Compensation by the Regional Water Utility Company (PDAM) of Manokwari Regency for Clean Water Distribution Issues. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B011191360-dhzY03Fgiv5DKjCN-20260120141354.jpg
Download (84kB) | Preview
B011191360-1-2.pdf
Download (146kB)
B011191360-dp.pdf
Download (87kB)
B011191360-Text.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2027.
Download (918kB)
Abstract (Abstrak)
NADIAH KHALISAH APRIANI (B011191360), “Ganti Kerugian Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Manokwari atas Kendala Pendistribusian Air Bersih”, dibimbing oleh Amaliyah dan Andi Suci Wahyuni. Latar belakang: Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia dan hak konstitusional yang dikelola oleh pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun, PDAM Minyei Arfak Kabupaten Manokwari menghadapi berbagai kendala dalam pendistribusian air, seperti keterbatasan infrastruktur yang mengakibatkan tidak meratanya cakupan pelayanan air bersih, kualitas dan kontinuitas pelayanan yang belum memadai, serta belum adanya kontrak berlangganan yang melindungi hak konsumen sehingga menimbulkan keluhan masyarakat dan menuntut adanya kompensasi atas kerugian yang dialami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk ganti kerugian kepada masyarakat atas pelayanan air yang tidak layak dan mekanisme penyelesaian kerugian oleh PDAM Minyei Arfak Kabupaten Manokwari. Metode: Penelitian ini menerapkan metode penelitian empiris dengan berdasar pada pengumpulan data primer dan data sekunder. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Manokwari pada instansi PDAM Minyei Arfak Kabupaten Manokwari. Hasil: penelitian menunjukan bahwa (1) Bentuk ganti kerugian PDAM Minyei Arfak kepada pelanggan ditetapkan berdasarkan kategori/ klasifikasi kendala yang diderita oleh pelanggan yang tidak menerima supplai air. Bentuknya terdiri atas pengurangan jumlah pembayaran tagihan bulan berjalan, penggantian alat meteran (penghitungan penggunaan) air yang rusak, dan penyediaan air pengganti sebagai alternatif supplai air. Berdasarkan UU Perlindungan Konsumen dan aturan terkait lain, hal ini belum sepenuhnya menutup kerugian pelanggan sehingga perlu peningkatan agar lebih proporsional dengan kerugian nyata konsumen; (2) Mekanisme penyelesaian komplain dan kerugian yang ditempuh oleh pelanggan terdiri atas penyelesaian secara internal dengan berdasar pada standar operasional prosedur penanganan komplain pelanggan yang ditetapkan oleh PDAM, yakni melaporkan ke kanal pengaduan pelanggan dan pemberian kompensasi langsung. Selanjutnya, pelanggan dapat menggunakan mekanisme eksternal dengan bantuan BPSK atau/serta litigasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Distribusi; Ganti Rugi: Perusahaan Daerah Air Minum |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 06:29 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 06:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53423 |
