makna denotatif dan konotatif dalam mantra mappasikarawa pada perkawinan masyarakat bugis di Desa Palie Kecamatan Balusu Kabupaten Barru : Kajian semantik = Denotative and connotative meanings of the Mappasikarawa mantra in Bugis community weddings in Palie Village, Balusu District, Barru Regency: A semantic study.


FADHILAH, NUR (2025) makna denotatif dan konotatif dalam mantra mappasikarawa pada perkawinan masyarakat bugis di Desa Palie Kecamatan Balusu Kabupaten Barru : Kajian semantik = Denotative and connotative meanings of the Mappasikarawa mantra in Bugis community weddings in Palie Village, Balusu District, Barru Regency: A semantic study. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
F021201010-Cover.jpeg

Download (223kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
F021201010-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (279kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
F021201010-dp(FILEminimizer).pdf

Download (140kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
F021201010-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 21 July 2027.

Download (800kB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Nur Fadhilah, 2025. makna denotatif dan konotatif dalam mantra mappasikarawa pada perkawinan masyarakat bugis di Desa Palie Kecamatan Balusu Kabupaten Barru : Kajian semantik (dibimbing oleh Hunaeni) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata cara pelaksanaan mappasikarawa dan menjelaskan makna penuturan dan nilai budaya didalam tradisi mappasikarawa pada perkawinan masyarakat Bugis di Desa Madello Kecamatan Balusu Kabupaten Barru. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. untuk menganalisis makna dan nilai budaya yang terdapat dalam tradisi mappasikarawa pada perkawinan masyarakat Bugis, khususnya di Desa Madello. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mappasikarawa dalam budaya dimulai dari mappenrek botting, ijab kabul, pattimpa tangek, pemberian hadiah, sungkeman dan terakhir yakni mengantar kedua mempelai ke tempat resepsi atau pesta pernikahan. Dalam setiap bacaan, terdapat makna denotatif dan konotatif yang berbeda-beda. Tradisi mappasikarawa menunjukkan bagaimana bahasa Bugis berfungsi sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan spiritual yang mendalam. Prosesi ini menjadi cerminan identitas budaya masyarakat Bugis yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Kata Kunci: Mappasikarawa, makna, budaya, semantik, denotatif, konotatif, perkawinan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Mappasikarawa, meaning, culture, semantics, denotative, connotative, marriage.
Subjects: P Language and Literature > PC Romance languages
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Bugis-Makassar
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 10 Feb 2026 06:52
Last Modified: 10 Feb 2026 06:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53409

Actions (login required)

View Item
View Item