Perkembangan Hama Pascapanen Sitotroga cerealella (Olivier) (Lepidoptera: Gelechiidae) Pada Enam Kultivar Sorgum = Development of The Post-Harvest Pest Sitotroga cerealella (Olivier) (Lepidoptera: Gelechiidae) On Six Sorghum Cultivars


HUTUBESSY, YEHEZKIEL (2025) Perkembangan Hama Pascapanen Sitotroga cerealella (Olivier) (Lepidoptera: Gelechiidae) Pada Enam Kultivar Sorgum = Development of The Post-Harvest Pest Sitotroga cerealella (Olivier) (Lepidoptera: Gelechiidae) On Six Sorghum Cultivars. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G011201343-8aIUKhxoPjJm1AzW-20260115143418.jpg

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G011201343-1-2.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G011201343-dp.pdf

Download (201kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
G011201343-TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 January 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Sorgum (Sorghum bicolor) merupakan komoditas pangan penting yang rentan pada hama pascapanen Sitotroga cerealella umumnya dikenal sebagai Angoumois grain moth. Perkembangan hama ini dipengaruhi oleh sifat fisikokimia biji, namun kajian pada kultivar sorgum Sulawesi Selatan masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh enam kultivar sorgum (Kawali, Numbu, Super-1, Super-2, Suri-4, dan Soper-6) terhadap biologi perkembangan S. cerealella. Metode. Metode penelitian meliputi analisis fisikokimia (kekerasan biji, proksimat, fenol, tanin, antosianin, dan rasio protein terhadap karbohidrat) keenam kultivar dan variabel pengamatan biologi S. cerealella (stadium telur F1, stadium larva–pupa, pradewasa, praoviposisi, oviposisi, pascaoviposisi, siklus hidup imago, lama hidup imago, fekunditas, daya tetas telur F2, stadium telur F2, dan berat imago) yang diinfestasi pada kultivar tersebut. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, uji-t, dan uji korelasi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama stadium larva–pupa, pradewasa, dan praoviposisi S. cerealella lebih lama pada kultivar Super-2, walaupun bijinya lebih lunak. Sebaliknya, lama perkembangan lebih singkat pada Suri-4 dan Numbu. Hal ini menunjukkan bahwa faktor biokimia memiliki pengaruh yang lebih besar daripada kekerasan biji. Ketahanan Super-2 didukung oleh kandungan abu, serat kasar, fenol, dan tanin yang tinggi. Kepekaan Suri-4 dan Numbu disebabkan oleh rasio protein terhadap karbohidrat (1 : 7,37 dan 1 : 9,47), yang mempercepat lama perkembangan S. cerealella. Fekunditas lebih tinggi pada Super-1 (protein tinggi) dan lebih rendah pada Kawali (protein rendah). Imago betina lebih berat pada Super-2 dan Suri-4, yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Kesimpulan. Komposisi biokimia kultivar Super-2 memperlambat perkembangan S. cerealella, bukan karena kekerasan bijinya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Angoumois grain moth, biokimia; kekerasan biji; rasio protein-karbohirat; Sorghum bicolor; Super-2; tanin
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 12 Feb 2026 06:25
Last Modified: 12 Feb 2026 06:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53408

Actions (login required)

View Item
View Item