EVALUASI INGKAT KEBERHASILAN ISENSEMINASI BUATAN BERDASARKAN WAKTU DETEKSI BIRAHI PADA SAPI POTONG DI KECAMATAN BARRU KABUPATEN BARRU = EVALUATION OF ARTIFICIAL INSEMINATION SUCCESS RATE BASED ON ESTRUS DETECTION TIMING IN BEEF CATTLE IN BARRU SUBDISTRICT, BARRU REGENCY


SAFINAS, SAFINAS (2025) EVALUASI INGKAT KEBERHASILAN ISENSEMINASI BUATAN BERDASARKAN WAKTU DETEKSI BIRAHI PADA SAPI POTONG DI KECAMATAN BARRU KABUPATEN BARRU = EVALUATION OF ARTIFICIAL INSEMINATION SUCCESS RATE BASED ON ESTRUS DETECTION TIMING IN BEEF CATTLE IN BARRU SUBDISTRICT, BARRU REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
I016211026-9eyNmEQIFn26cCb0-20250819173340.jpg

Download (16kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
I016211026-1-2.pdf

Download (261kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
I016211026-dp.pdf

Download (206kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
I016211026-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.

Download (608kB)

Abstract (Abstrak)

SAFINAS. Evaluasi tingkat keberhasilan inseminasi buatan berdasarksan waktu deteksi birahi pada sapi potong di Kecamatan Barru Kabupaten Barru (dibimbing oleh Anggun Permata Sari). Latar Belakang. Waktu deteksi birahi yang tepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong, karena berpengaruh langsung terhadap pertemuan antara ovum dan sperma. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan inseminasi buatan berdasarkan waktu deteksi birahi pada sapi potong di Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui waktu deteksi birahi yang paling efektif terhadap keberhasilan IB berdasarkan parameter Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan Non Return Rate (NRR). Metode. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan uji statistik Chi-Square, dengan mengamati 40 ekor sapi Bali betina yang dibagi ke dalam empat kelompok waktu deteksi birahi: pagi (<6 jam), siang (6–12 jam), sore (12–18 jam), dan malam (>18 jam). Hasil. Deteksi birahi pada siang hari (6–12 jam) menunjukkan nilai S/C terendah (1,25), CR tertinggi (80%), dan NRR tertinggi (80%). Meskipun tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik (p>0,05), namun secara deskriptif waktu siang merupakan waktu pelaksanaan IB yang paling efektif. Kesimpulan. Deteksi birahi pada siang hari memberikan hasil terbaik dalam parameter keberhasilan IB. Penelitian ini merekomendasikan pelaksanaan IB dilakukan dalam rentang waktu 6–12 jam setelah tanda birahi pertama teramati untuk meningkatkan peluang kebuntingan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: sapi potong; inseminasi buatan; deteksi birahi; conception rate; service per conception; non return rate.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 10 Feb 2026 01:48
Last Modified: 10 Feb 2026 01:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53372

Actions (login required)

View Item
View Item