Analisis Hukum Kewenangan Kantor Urusan Agama Dalam Pencatatan Nikah Bagi Non Muslim = Legal Analysis Of The Authority Of The Office Of Religious Affairs In Marriage Registration For Non Muslim


KATIANDAGHO, GILBERT PIJAR (2025) Analisis Hukum Kewenangan Kantor Urusan Agama Dalam Pencatatan Nikah Bagi Non Muslim = Legal Analysis Of The Authority Of The Office Of Religious Affairs In Marriage Registration For Non Muslim. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
B022222016-VjxG2dybzDnq3e4I-20250930150128.jpg

Download (432kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B022222016-1-2.pdf

Download (567kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B022222016-dp.pdf

Download (227kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B022222016-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 September 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK GILBERT PIJAR KATIANDAGHO, Analisis Hukum Kewenangan KUA dalam Pencatatan Nikah bagi Non Muslim, dibimbing oleh M. Arfin Hamid. Latar belakang, Munculnya wacana rencana Kementerian Agama untuk memperluas kewenangan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam mencatat perkawinan non-muslim menimbulkan dinamika hukum dan sosial yang perlu dikaji secara komprehensif, mengingat selama ini pencatatan perkawinan non-muslim merupakan kewenangan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi hukum penerapan pencatatan perkawinan non-muslim di KUA dan mengkaji implikasi hukumnya dalam perspektif hukum positif Indonesia. Metode, Penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan Lokasi penelitian di Kabupaten Tolitoli dan Poso yang menggunakan jenis dan sumber data primer yang dikumpulkan dengan Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil, Hasil penelitian ini dengan rumusan masalah : (1) Urgensi hukum terhadap penerapan pencatatan perkawinan non-muslim di KUA menunjukkan bahwa perubahan ini bertujuan untuk integrasi data nasional, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, dan mendorong penguatan harmonisasi sosial. Namun, penerapannya membutuhkan kesiapan regulasi dan sumber daya manusia di KUA. (2) Implikasi hukum dari rencana tersebut, dalam perspektif hukum positif, berpotensi menimbulkan konflik norma karena bertentangan dengan Undang-Undang terkait Perkawinan serta Undang-Undang terkait Administrasi Kependudukan, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum. Kesimpulan, Penerapan pencatatan perkawinan non-muslim di KUA tanpa revisi regulasi yang harmonis dapat menimbulkan ketidakpastian hukum, pelanggaran prinsip legalitas, dan risiko diskriminasi administratif. Diperlukan perumusan kebijakan yang jelas, pelatihan pluralisme bagi petugas KUA, serta penguatan koordinasi lintas lembaga untuk menjamin perlindungan hukum bagi semua warga negara.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: pencatatan perkawinan; kewenangan KUA; hukum administrasi negara; pluralisme hukum; hak sipil.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 10 Feb 2026 00:19
Last Modified: 10 Feb 2026 00:36
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53354

Actions (login required)

View Item
View Item