WARKULA, YOHANES ZEFNATH (2025) DEKONSTRUKSI PERILAKU "SERO" NELAYAN DESA JABULENGA DAN KARANGGULI DENGAN KONSEP BLUE ACCOUNTING = Deconstruction of 'Sero' Fishermen’s Behavior in Jabulenga and Karangguli Villages Using the Concept of Blue Accounting. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
A023211010-DISERTASI-COVER.jpg
Download (83kB) | Preview
A023211010-DISERTASI-BAB 1-2(FILEminimizer).pdf
Download (335kB)
A023211010-DISERTASI-DAPUS(FILEminimizer).pdf
Download (221kB)
A023211010-DISERTASI-FULL TEXT(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 30 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
YOHANES ZEFNATH WARKULA. Dekonstruksi Perilaku Sero Nelayan Desa Jabulenga dan Karangguli Dengan Konsep Blue Accounting (dibimbing oleh Mediaty dan (Almh. Ratna Ayu Damayanti) Arifuddin). Latar belakang. Penelitian tentang blue accounting menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan laut, dengan penekanan pada pengelolaan aktivitas manusia dan bisnis yang ramah lingkungan. Metode penangkapan ikan sistem sero berpotensi membuat masyarakat terjebak dalam eksploitasi berlebihan sumber daya laut, di mana sumber daya tersebut diperlakukan sebagai komoditas yang harus dimaksimalkan produksinya tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk dekonstruksi perilaku “sero” nelayan Desa Jabulenga dan Desa Karangguli dengan konsep blue accounting. Metode. Penelitian ini menggunakan paradigma postmodernisme ala Derrida dengan tujuh langkah-langkah dalam penelitian 1) pemilihan teks, 2) membaca awal, 3) identifikasi binner opposition, 4) analisis ketidak pastian dalam makna, 5) pertimbangan konteks sejarah dan budaya, 6) membangun argumen alternatif, dan 7) refleksi tentang proses penelitian. Hasil. Melalui dekonstruksi pola pikir ini, blue accounting menjadi jembatan untuk membangun kesadaran kolektif mengenai dampak jangka panjang dari praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. berfokus pada protagonisme masyarakat pesisir sebagai agen perubahan, yang tidak hanya diposisikan sebagai korban dampak lingkungan tetapi juga sebagai pembuat keputusan aktif dalam pengelolaan sumber daya mereka. Blue accounting bukan hanya sekedar alat analisis, tetapi juga merupakan instrumen yang menggerakkan masyarakat menuju praktik berkelanjutan. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dekontruksi perilaku nelayan melalui penerapan konsep blue accounting di Desa Jabulenga dan Desa Karangguli berfungsi lebih dari sekadar kerangka evaluasi dan menilai dampak lingkungan dari praktik penangkapan ikan. Penerapan konsep ini juga memainkan peran penting dalam membongkar dan merubah perilaku tradisional nelayan yang telah terikat pada sistem sero.
Keyword : Dekonstruksi ala derrida, sistem sero, nelayan, blue accounting.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Derridean deconstruction, sero system, fishermen, blue accounting. |
| Subjects: | H Social Sciences > HC Economic History and Conditions |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ekonomi > Ilmu Akuntasi |
| Depositing User: | S.Sos Rasman - |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 03:05 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 03:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53340 |
