ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PULAU BADI KEPULAUAN SPERMONDE PERIODE TAHUN 2016-2020 DAN 2020-2025 = SHORELINE CHANGE ANALYSIS OF BADI ISLAND SPERMONDE ARCHIPELAGO DURING THE PERIODS 2016–2020 AND 2020–2025


SUPARDI, SUPARDI (2025) ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PULAU BADI KEPULAUAN SPERMONDE PERIODE TAHUN 2016-2020 DAN 2020-2025 = SHORELINE CHANGE ANALYSIS OF BADI ISLAND SPERMONDE ARCHIPELAGO DURING THE PERIODS 2016–2020 AND 2020–2025. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
P032202009-f9Nrkh1cFaOeEGBx-20250823055437.jpeg

Download (386kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
P032202009-1-2.pdf

Download (535kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
P032202009-dp.pdf

Download (175kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
P032202009-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

SUPARDI. Analisis Perubahan Garis Pantai Di Pulau Badi Kepulauan Spermonde Periode Tahun 2016-2020 dan 2020-2025 (Dibimbing oleh Mahatma Lanuru dan Abigail Mary Moore) Latar Belakang. Abrasi merupakan suatu ancaman di daerah pesisir Indonesia termasuk pulau-pulau kecil di Kepulauan Spermonde. Pulau Badi adalah salah satu pulau yang masuk dalam wilayah administrasi kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang terletak di kepulauan spermonde merupakan salah satu pulau kecil yang menghadapi tekanan abrasi akibat dinamika oseanografi dan aktivitas manusia. Penggunaan teknologi pemecah gelombak (breakwater) menjadi salah satu upaya dalam memitigasi pulau Badi dari abrasi yang terjadi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai dengan adanya penggunaan breakwater dengan pendekatan citra di pulau Badi kepulauan spermonde dalam rentang waktu tahun 2016-2020 dan 2020-2025. Metode. Dalam analisis perubahan garis pantai adalah metode penginderaan jauh dengan menggunakan akuisisi citra satelit Planet Scope tahun 2016 bulan 06 tanggal 08 pada jam 11.00 dengan elevasi -0,153, citra pada tahun 2020 bulan 06 tanggal 09 pada jam 12.00 dengan elevasi -0,360 dan akuisisi citra pada tahun 2025 bulan 06 tanggal 15 pada jam 11.00 dengan elevasi -0,369 dan menghitung laju sedimentasi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan luasan perubahan garis pantai pada periode tahun 2016-2020 dengan total panjang breakwater adalah 1.130,75 meter dan total panjang garis pantai adalah 1.483,63 meter dengan luas abrasi sebesar 7.964,6 m2 dan akresi sebesar 2.754 m2, sedangkan pada periode tahun 2020-2025 dengan total panjang breakwater adalah 1.692,71 meter dan total panjang garis pantai adalah 1.492,97 meter dengan luas abrasi yang terjadi sebesar 2.866,98 m2 dan akresi sebesar 4.691.36 m2. Kemudian laju sedimentasi pada bagian yang terdapat breakwater rata-rata sebesar 0.087 g/cm2/hari, sedangkan laju sedimentasi pada bagian yang tidak terdapat breakwater rata-rata sebesar 0.524 g/cm2/hari. Kesimpulan. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa breakwater efektif dalam mereduksi abrasi dan meningkatkan akresi, meskipun efektivitasnya masih bersifat lokal dan belum menyeluruh pada seluruh garis pantai di Pulau Badi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Garis Pantai, Breakwater, Pulau Badi, Penginderaan Jauh, Kepulauan Spermonde
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Pengelolaan Lingkungan Hidup
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 06 Feb 2026 07:17
Last Modified: 06 Feb 2026 07:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53311

Actions (login required)

View Item
View Item