HERMAWAN, ADE (2025) ANALISIS KEBERLANJUTAN EKOSISTEM MANGROVE LUWUK TIMUR KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH = SUSTAINABILITY ANALYSIS OF THE MANGROVE ECOSYSTEM-EAST LUWUK BANGGAI REGENCY, CENTRAL SULAWESI PROVINCE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P032202008-BgGW2z6hwXs1jvRf-20250811213738.jpg
Download (536kB) | Preview
P032202008-1-2.pdf
Download (527kB)
P032202008-dp.pdf
Download (257kB)
P032202008-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
ADE HERMAWAN. Analisis Keberlanjutan Ekosistem Mangrove Luwuk Timur Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah (dibimbing oleh Muhammad Rijal Idrus dan Ambo Tuwo) Latar belakang. Ekosistem Mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mendukung keanekaragaman hayati, serta menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Namun ekosistem mangrove luwuk timur mengalami tekanan dari aktivitas manusia berupa alih fungsi lahan untuk tambak, pertanian, pemukiman serta penebangan liar. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kondisi dan potensi ekosistem mangrove luwuk timur, (2) Menganalisis nilai keberlanjutan ekosistem mangrove luwuk timur, (3) Merumuskan strategi keberlanjutan ekosistem mangrove luwuk timur. Metode. Pengumpulan vegetasi mangrove dan survei sosial-ekonomi, penilaian status keberlanjutan dilakukan menggunakan pendekatan analisis Multi- Dimensional Scaling (MDS) dengan Rap-Mfrast (Rapid Appraisal for Mangrove Forest Sustainability). Analisis leverage untuk mengidentifikasi atribut-atribut sensitif serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengelolaan ekosistem mangrove luwuk timur. Hasil penelitian menunjukkan (1) identifikasi mangrove pada 5 stasiun ditemukan 12 spesies dari 7 famili, dengan dominansi famili Rhizophoraceae. (2) nilai indeks keberlanjutan Multidimensi 55,49 dikategorikan cukup berkelanjutan, dimensi ekologi 71,29 cukup berkelanjutan, dimensi ekonomi 50,46 cukup berkelanjutan, dimensi sosial 47,37 kurang berkelanjutan dan dimensi kelembagaan 51,86 cukup berkelanjutan. Hasil analisis leverage menunjukan terdapat 13 dari 29 atribut pengungkit yang pengaruhnya sensitif terhadap keberlanjutan ekosistem mangrove luwuk timur, (3) strategi utama dalam pengelolan ekosistem mangrove luwuk timur adalah pengembangan ekowisata mangrove berbasis kawasan konservasi dan pengembangan program rehabilitasi partisipatif terintegrasi. Kesimpulan. Ekosistem mangrove luwuk timur memiliki keanekaragaman jenis dan secara ekologis masih potensial namun memerlukan perlindungan dan pengelolaan berbasis zonasi. Analisis Rap- Mfrast menunjukkan status cukup berkelanjutan, meskipun dimensi sosial perlu ditingkatkan. Pengembangan kawasan ekowisata mangrove dan rehabilitasi terintegrasi adalah prioritas utama.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ekosistem Mangrove, Analisis MDS, Rap-Mfrast, Keberlanjutan, Analisis SWOT |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Pengelolaan Lingkungan Hidup |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 07:11 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 07:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53308 |
