NUGRAHA, TOMMY (2025) Kontestasi Aktor Dalam Program Food Estate Di Kabupaten Temanggung Dan Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah (Studi Kasus: Komoditas Cabai) = Actor Contestation in the Food Estate Program in Temanggung and Wonosobo Regencies, Central Java Province (Case Study: Chili Commodity). Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P023212003-itT4k5nhEDNsC8ZA-20250728160457.jpg
Download (233kB) | Preview
P023212003-1-2.pdf
Download (314kB)
P023212003-dp.pdf
Download (126kB)
P023212003-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 July 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
TOMMY NUGRAHA. Analisis Dinamika Relasi dan Kontesatsi Aktor Dalam Produksi Dan Pemasaran Cabai Pada Program Food Estate Di Kabupaten Temanggung Dan Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah (dibimbing oleh Ambo Ala, Muhammad Saleh S Ali, dan Imam Mujahidin Fahmid) Program Food Estate merupakan inisiatif pemerintah untuk membangun kawasan pangan terpadu yang mengoptimalkan lahan potensial guna meningkatkan produksi dan ketahanan pangan. Salah satu komoditas utama yang dikembangkan dalam program ini adalah cabai, dengan keterlibatan berbagai aktor dari tahap produksi hingga pemasaran. Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, pada Januari hingga Juli 2024. Penelitian ini bertujuan; untuk menganalisis dinamika aktor, efisiensi produksi, serta pola pemasaran komoditas cabai dalam kerangka program Food Estate. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, memanfaatkan berbagai analisis seperti stakeholder analysis, analisis isi, analisis SWOT, dan Institutional Analysis and Development (IAD). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, yang mencakup aspek internal dan eksternal dari pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika relasi dan kontestasi aktor dalam implementasi Program Food Estate berpengaruh signifikan terhadap capaian produksi dan pemasaran cabai. Relasi aktor yang terjalin Kabupaten Temanggung berjalan sinergis melalui peran aktif koperasi, kelompok tani, penyuluh, dan Champion yang berorientasi pada penguatan kawasan Food Estate. Sebaliknya, Kabupaten Wonosobo menghadapi kompleksitas koordinasi antarlembaga pemerintah yang ditandai dengan tumpang tindih kewenangan dan lemahnya integrasi lintas sektor sehingga memperlambat optimalisasi program. Analisis Usaha Tani (IUT) menunjukkan efisiensi yang baik di kedua wilayah, dengan R/C Ratio Temanggung sebesar 1,72 (72% keuntungan) dan Wonosobo sebesar 1,81 (81% keuntungan). Melalui analisis SWOT, keduanya berada pada Kuadran I yang merekomendasikan strategi pengembangan agresif, dengan Temanggung unggul dalam aspek kelembagaan dan akses pasar, sementara Wonosobo menghadapi tantangan internal berupa pola tanam tradisional dan keterbatasan teknologi. Pendekatan Institutional Analysis and Development (IAD) mengungkap bahwa pola produksi di Temanggung didukung oleh adopsi teknologi modern, pendampingan intensif, dan penggunaan varietas unggul, sedangkan di Wonosobo masih dijumpai kendala adaptasi petani terhadap inovasi program. Dalam aspek pemasaran, pola kemitraan kolektif di Temanggung relatif berhasil dibandingkan Wonosobo yang masih bergantung pada sistem pemasaran konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Program Food Estate sangat ditentukan oleh kualitas relasi aktor, kapasitas kelembagaan, dan strategi adaptif yang terstruktur melalui pendekatan institusional yang holistik.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Aktor; Food Estate; Cabai; Temanggung; Wonosobo |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Studi Pembangunan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 03:15 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 03:15 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53278 |
