ZUBAIDAH, SITI (2025) REKONSTRUKSI DIVERSI PADA MASYARAKAT BUGIS, MAKASSAR, DAN TORAJA DALAM PEMULIHAN ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM = The Reconstructions of Diversion in Bugis, Makassar, and Toraja Communities in the Restoration of Children in Conflict with the Law. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B013221023-hKnDaqyi9lg8JZd1-20250927123020.jpg
Download (377kB) | Preview
B013221023-1-2.pdf
Download (456kB)
B013221023-dp.pdf
Download (105kB)
B013221023-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 February 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang, Diversi untuk menghindarkan anak dari proses peradilan pidana dan pemulihan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum wajib diupayakan di setiap tahap pemeriksaan. Fakta empiris menunjukkan bahwa pencapaian diversi masih kurang optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hakikat pemulihan anak yang berkonflik dengan hukum dalam diversi; menganalisis nilai-nilai budaya masyarakat Bugis, Makassar, dan Toraja yang mendukung keberhasilan diversi; merumuskan model ideal diversi dengan menerapkan nilai-nilai budaya masyarakat Bugis, Makassar, Toraja. Metode Penelitian, penelitian hukum empiris dengan pendekatan budaya, pendekatan Sejarah, dan pendekatan hukum progresif. Penelitian dilakukan di wilayah Pinrang, Bone, Toraja, Toraja Utara, Takalar, dan Jeneponto. Data primer diperoleh dari wawancara yang mendalam dan kuisioner, sedangkan data sekunder melalui studi Pustaka dan hasil penelitian yang telah ada.analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hakikat pemulihan dalam diversi mencakup aspek fisik, aspek psikologis/moral, dan aspek sosial, yang wajib dilakukan oleh Pemerintah, Lembaga Sosial Keagamaan, Lembaga Pendidikan, Keluarga, dan Masyarakat yang dilakukan secara komprehensif. (2) Nilai-nilai budaya yang mendukung keberhasilan diversi meliputi: alempureng, ammacang, asitinajang, agentengeng, reso’, tudang sipulung, yang diterapkan oleh arung/peta bagi masyarakat Bugis; sipakatau sipakainge’, sipakalebbi, siri’, emposipitangari, yang diterapkan oleh karaeng bagi masyarakat Makassar; sikamali, siangga’na, siangkaran, dan kerukunan yang diterapkan oleh toparange’/ hakim adat pendamai bagi masyarakat Toraja. (3) Model ideal diversi melalui pendekatan budaya dengan menempatkan tokoh masyarakat sebagai mediator. Kesimpulan untuk mengoptimalkan pencapaian diversi, perlu dilakukan pendekatan budaya. Kebaharuan dalam penelitian ini adalah rekontruksi peran masyarakat melalui tokoh masyarakat sebagai mediator dalam musyawarah diversi
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diversi; Nilai-nilai Budaya Masyarakat Bugis, Makassar, Toraja; Tokoh Masyarakat sebagai Mediator |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 02:29 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 02:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53274 |
