REFORMULASI PENGATURAN PIDANA DENDA DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN DENGAN KEKERASAN TERHADAP ANAK PADA MASYARAKAT ADAT PAPUA = REFORMULATION OF CRIMINAL REGULATIONS ON FINES IN CRIMINAL ACTS OF SEXUAL INTERCOURSE WITH VIOLENCE AGAINST CHILDREN IN THE PAPUAN INDIGENOUS COMMUNITY


AYOMI, JUSAK ELKANA (2025) REFORMULASI PENGATURAN PIDANA DENDA DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN DENGAN KEKERASAN TERHADAP ANAK PADA MASYARAKAT ADAT PAPUA = REFORMULATION OF CRIMINAL REGULATIONS ON FINES IN CRIMINAL ACTS OF SEXUAL INTERCOURSE WITH VIOLENCE AGAINST CHILDREN IN THE PAPUAN INDIGENOUS COMMUNITY. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
B013212015-zRBT1G65qal7gKhL-20251003101344.jpg

Download (343kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B013212015-1-2.pdf

Download (361kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B013212015-dp.pdf

Download (68kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B013212015-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 September 2027.

Download (944kB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: pidana denda sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam tindak pidana persetubuhan dengan kekerasan terhadap anak pada masyarakat adat Papua sangat tidak berkeadilan terhadap Anak sebagai korban. Tujuan: untuk mengkaji dan menemukan pemidanaan denda yang berkeadilan terhadap Anak sebagai korban tindak pidana persetubuhan dengan kekerasan. Metode: menggunakan penelitian hukum normatif, didukung dengan pendekatan filosofi, pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, dan bahan hukum sekunder berupa studi kepustakaan. Hasil: penelitian menunjukkan; (1) Hakekat pengaturan pidana denda dalam tindak pidana persetubuhan dengan kekerasan terhadap anak pada masyarakat adat di Papua haruslah memberikan rasa keadilan kepada Anak sebagai korban sebagai bagian dari upaya pemulihan dirinya sebagai manusia. (2) Implementasi pengaturan dan penerapan sanksi pidana denda tidak berkeadilan terhadap Anak sebagai korban, tidak sejalan dengan sila ke-2 Pancasila, serta bertentangan dengan nilai-nilai hukum adat di Papua. (3) formulasi ideal mendorong denda bukan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dengan memberikan denda tersebut langsung ke Anak sebagai korban melalui putusan pengadilan. Kesimpulan: Pidana denda harus bisa memberikan rasa keadilan kepada Anak sebagai korban sebagai bagian dari upaya pemulihannya dengan mengeluarkannya dari rezim Penerimana Negara Bukan Pajak dan diberikan langsung ke Anak sebagai korban melalui putusan pengadilan. Kebaruan: penelitian ini mengkritisi pidana denda sebagai Penerimana Negara Bukan Pajak, dan mendorong pengaturan pidana denda yang langsung diberikan ke Anak sebagai korban sebagai bagian dari upaya pemulihannya sehingga lebih berkeadilan.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Pidana Denda, Anak Sebagai Korban Persetubuhan Dengan Kekerasan, Masyarakat Adat Papua.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 06 Feb 2026 01:46
Last Modified: 06 Feb 2026 01:46
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53265

Actions (login required)

View Item
View Item