EVALUASI ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MAROS = EVALUATION OF LAND USE DIRECTIVES TO INCREASE WATER YIELD IN THE MAROS WATERSHED


HIDAYAT, FAISAL (2025) EVALUASI ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MAROS = EVALUATION OF LAND USE DIRECTIVES TO INCREASE WATER YIELD IN THE MAROS WATERSHED. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
P022231009-LaHlzAWr2tYgJdG5-20250729093502.jpg

Download (125kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
P022231009-1`-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
P022231009-dp.pdf

Download (547kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
P022231009-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

FAISAL HIDAYAT. Evaluasi Arahan Penggunaan Lahan Untuk Meningkatkan Produksi Air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Maros (dibimbing oleh Andang Suryana Soma dan Mahmud Achmad) Daerah Aliran Sungai Maros berperan strategis sebagai penyedia air bagi Kawasan Mamminasata, namun menghadapi tekanan ekologis berupa perubahan penutupan lahan akibat deforestasi, ekspansi pertanian, dan urbanisasi, yang menyebabkan degradasi fungsi hidrologis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perubahan penutupan lahan 2014–2023 dan proyeksi 2032; (2) mengevaluasi produksi air pada 2014, 2023, dan proyeksi 2032; serta (3) mensimulasikan dampak intervensi pola ruang RTRW terhadap produksi air. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis spasial dengan tahapan analisis berupa analisis perubahan penutupan lahan, analisis proyeksi lahan 2032 dengan model CA-ANN, analisis proyeksi iklim 2032 dengan aplikasi SiBiaS, dan simulasi produksi air dengan model SWAT. Hasil penelitian menunjukkan (1) peningkatan permukiman (51,78%) dan pertanian lahan kering (36,96%) serta penurunan hutan sekunder (12,00%) pada 2014–2023, dengan proyeksi 2032 menunjukkan peningkatan tambak (1,67%), pertanian lahan kering,(0,98%), dan pemukiman (2,29%) serta penurunan hutan lahan kering sekunder (0,83%) dan mangrove (36,76%); (2) produksi air meningkat dari 28,46 miliar m³ (2014) menjadi 31,10 miliar m³ (2023), namun turun drastis menjadi 21,65 miliar m³ (2032) akibat penurunan curah hujan dan degradasi tutupan vegetatif; (3) intervensi RTRW hanya meningkatkan produksi air sebesar 0,32% (21,72 miliar m³) pada 2032, menunjukkan efektivitas terbatas. Perubahan lahan dan iklim signifikan memengaruhi produksi air, sehingga diperlukan kebijakan RTRW yang lebih adaptif dan berbasis ekosistem untuk mendukung konservasi DAS Maros.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: DAS Maros, perubahan penggunaan lahan, proyeksi iklim, SWAT, produksi air, RTRW
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Perencanaan dan Pengembangan Wilayah
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 06 Feb 2026 01:44
Last Modified: 06 Feb 2026 01:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53263

Actions (login required)

View Item
View Item