REKONSTRUKSI PEMENUHAN HAK DASAR ANAK DALAM KONFLIK ISRAEL DAN PALESTINA MENURUT PERSPEKTIF HAM INTERNASIONAL = RECONSTRUCTION OF THE FULFILLMENT OF BASIC CHILDREN'S RIGHTS IN THE ISRAEL-PALESTINE CONFLICT FROM THE PERSPECTIVE OF INTERNATIONAL HUMAN RIGHTS


RAHMAN, RIFKAH ANNIZA (2025) REKONSTRUKSI PEMENUHAN HAK DASAR ANAK DALAM KONFLIK ISRAEL DAN PALESTINA MENURUT PERSPEKTIF HAM INTERNASIONAL = RECONSTRUCTION OF THE FULFILLMENT OF BASIC CHILDREN'S RIGHTS IN THE ISRAEL-PALESTINE CONFLICT FROM THE PERSPECTIVE OF INTERNATIONAL HUMAN RIGHTS. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
B013202009-s8nxvYVhiJHMb5uQ-20251003080351.jpg

Download (428kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B013202009-1-2.pdf

Download (505kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B013202009-dp.pdf

Download (74kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B013202009-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 September 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latarbelakang. Konflik Israel-Palestina berdampak besar pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan, dengan pelanggaran hak seperti pembunuhan, kehilangan keluarga, dan keterbatasan akses pendidikan serta kesehatan.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ketentuan hukum internasional mengenai hakikat hak -hak anak dalam situasi perang/ konflik, pemenuhan hak dasar anak dalam konflik israel dan palestina dan merumuskan konsep ideal untuk pemenuhan hak dasar anak dalam konflik. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang didukung dengan data empiris dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan,pendekatan kasus, pendekatan konseptual,dan pendekatan analitis. Hasil. Perlindungan hak anak dalam konflik bersenjata diatur secara ekstensif oleh Konvensi Jenewa IV yang menekankan bahwa anak-anak, sebagai bagian dari kelompok yang paling rentan, harus dijauhkan dari dampak langsung konflik bersenjata, Deklarasi Universal HAM, dan Konvensi Hak Anak (CRC) menegaskan kewajiban untuk melindungi anak-anak dari dampak konflik dan menjamin hak-hak mereka secara menyeluruh. Sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Hak Anak, Israel dan Palestina memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anak dan memenuhi hak-hak dasar mereka, seperti hak atas kelangsungan hidup, tumbuh kembang dan hak atas keamanan. Konsep ideal pemenuhan hak anak dalam konflik bersenjata mencakup demiliterisasi wilayah, penerapan zona aman, dan evakuasi atau perlindungan anak-anak dari bahaya serta penyediaan pendidikan darurat, layanan kesehatan, dan rehabilitasi psikososial yang komprehensif guna mengurangi dampak jangka panjang yang dapat merugikan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial anak-anak yang terdampak. Negara yang terlibat wajib memprioritaskan kepentingan terbaik anak. Kesimpulan. Kolaborasi antara negara pihak, organisasi internasional, dan komunitas global sangat diperlukan guna memastikan hak anak benar-benar terlindungi dalam konflik bersenjata. Kebaruan. Rekonstruksi pemenuhan hak dasar anak dalam konflik Israel dan Palestina menuntut integrasi hukum humaniter dan HAM internasional dalam satu mekanisme efektif, melalui pembentukan Badan Perlindungan Anak Zona Konflik di bawah mandat Dewan Keamanan PBB memperkuat akuntabilitas negara, dan memastikan bahwa prinsip kepentingan terbaik anak menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan internasional.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Rekontruksi, Hak Dasar Anak, Israel, Palestina, Konflik
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 06 Feb 2026 01:36
Last Modified: 06 Feb 2026 01:36
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53260

Actions (login required)

View Item
View Item