STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS KAITANNYA DENGAN PARAMETER LINGKUNGAN DI PERAIRAN PESISIR PULAU SANROBENGI KABUPATEN TAKALAR = COMMUNITY STRUCTURE OF MACROZOOBENTHOS AND ITS RELATIONSHIP WITH ENVIRONMENTAL PARAMETERS IN THE COASTAL WATERS OF SANROBENGI ISLAND, TAKALAR REGENCY


SARI, NUR AQFIANA DWI (2025) STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS KAITANNYA DENGAN PARAMETER LINGKUNGAN DI PERAIRAN PESISIR PULAU SANROBENGI KABUPATEN TAKALAR = COMMUNITY STRUCTURE OF MACROZOOBENTHOS AND ITS RELATIONSHIP WITH ENVIRONMENTAL PARAMETERS IN THE COASTAL WATERS OF SANROBENGI ISLAND, TAKALAR REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L011211136-YvDSwTKQl7bRdtk0-20250930154610.jpg

Download (54kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L011211136-1-2.pdf

Download (877kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L011211136-dp.pdf

Download (175kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L011211136-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Wilayah pesisir Pulau Sanrobengi memiliki potensi sumber daya hayati berupa makrozoobentos yang dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur komunitas makrozoobentos, menilai kualitas perairan berdasarkan parameter lingkungan, serta menganalisis hubungan antara kelimpahan makrozoobentos dengan parameter lingkungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2025 di empat stasiun pengamatan. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, kecepatan arus, bahan organik total (BOT) sedimen, dan ukuran butir sedimen. Hasil penelitian diperoleh 24 jenis makrozoobentos dengan total 98 individu, yang tergolong ke dalam dua kelas, yaitu Gastropoda (17 spesies) dan Bivalvia (7 spesies). Kelimpahan makrozoobentos tertinggi terdapat pada stasiun sebelah barat (210 ind/m2) dengan substrat berbatu, sedangkan stasiun sebelah timur (45 ind/m2) dengan aktivitas wisata dan sandar kapal wisatawan menunjukkan kelimpahan terendah. Nilai suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, dan kecepatan arus berada dalam kisaran optimal, sementara BOT sedimen di beberapa stasiun cukup tinggi yang berpotensi mempengaruhi habitat bentos. Hasil analisis PCA menunjukkan kelimpahan makrozoobentos berkorelasi positif dengan suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut, serta berkorelasi negatif dengan BOT sedimen dan kecepatan arus tinggi. Secara umum, perairan Pulau Sanrobengi masih mendukung kehidupan makrozoobentos dengan tingkat keanekaragaman sedang dan keseragaman individu yang relatif stabil tanpa dominansi spesies tertentu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Makrozoobentos; Kualitas Perairan; Parameter Lingkungan; Wilayah Pesisir.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 05 Feb 2026 05:29
Last Modified: 05 Feb 2026 05:29
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53199

Actions (login required)

View Item
View Item