WAHYUNI M, SRI (2025) Perlindungan Hukum Hak Cipta Karya Seni Dalam Aplikasi Berbasis Artificial Itelligence = Legal Protection of Copyright for Artistic Works in Applications Based on Artificial Intelligence. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B012222041-qec6MfnyxaGHQ2D9-20251001114148.jpeg
Download (45kB) | Preview
B012222041-1-2.pdf
Download (325kB)
B012222041-dp.pdf
Download (152kB)
B012222041-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 September 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Sri Wahyuni M (B012222041). Perlindungan Hukum Hak Cipta Karya Seni Dalam Aplikasi Berbasis Artificial Itelligence. Di bawah bimbingan Judhariksawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep perlindungan hukum terhadap hak cipta karya seni yang digunakan oleh aplikasi kecerdasan buatan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran hak cipta karya seni dalam penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif, yang objek kajiannya berdasarkan pada ketentuan perundang-undangan. Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep, dan pendekatan sejarah. Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan teknik penelitian kepustakaan. Bahan hukum yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara preskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep perlindungan hukum terhadap hak cipta karya seni yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan menghadapi berbagai tantangan dan kompleksitas. Pertama, terdapat ketidakjelasan mengenai subjek hak cipta, apakah pencipta adalah pengembang, pengguna, atau AI itu sendiri, karena undang-undang hak cipta saat ini tidak secara spesifik mengatur karya yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Kedua, orisinalitas karya yang dihasilkan oleh AI menjadi perdebatan, mengingat bahwa orisinalitas adalah syarat penting untuk perlindungan hak cipta, namun definisi orisinalitas dalam undang- undang tidak cukup jelas. Ketiga, hak moral dan hak ekonomi juga menjadi isu, terutama dalam menentukan siapa yang berhak atas manfaat ekonomi dari karya yang dihasilkan oleh AI. Selain itu, regulasi yang belum memadai, tantangan dalam penegakan hukum, dan potensi penyalahgunaan data oleh AI menambah kompleksitas dalam perlindungan hak cipta. Oleh karena itu, diperlukan beberapa solusi untuk menciptakan kerangka hukum yang lebih akomodatif dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat. Penegakan hukum terhadap pelanggaran hak cipta karya seni dalam penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan di Indonesia belum memiliki regulasi yang mengaturnya secara khusus. Sejauh ini pertanggungjawaban hukum sepenuhnya dibebankan kepada pemilik atau pengembang dari teknologi kecerdasan buatan tersebut dengan memposisikan pelanggaran hak cipta oleh kecerdasan buatan sebagai delik aduan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: perlindungan hak cipta, teknologi kecerdasan buatan, implikasi hukum |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 03:39 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 03:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53196 |
