Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam Pencegahan Peredaran Obat yang Tidak Memenuhi Standar Keamanan dan Khasiat = The Role of the Food and Drug Monitoring Agency in Preventing the Distribution of Drugs that Do Not Meet Safety and Efficacy Standards


WARDOYO, SITI RATIH (2025) Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam Pencegahan Peredaran Obat yang Tidak Memenuhi Standar Keamanan dan Khasiat = The Role of the Food and Drug Monitoring Agency in Preventing the Distribution of Drugs that Do Not Meet Safety and Efficacy Standards. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
B012202053-NIDQUjvlVALqoYtO-20251006095542.jpg

Download (340kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B012202053-1-2.pdf

Download (815kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B012202053-dp.pdf

Download (118kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B012202053-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.

Download (9MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: Pesatnya perkembangan industri farmasi dan meningkatnya konsumsi masyarakat saat ini membuat sangat banyak kasus peredaran obat yang yang tidak memenuhi standar keamanan dan khasiat. Tujuan: mengkaji bagaimana peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kota Makassar, terhadap peredaran obat yang tidak memenuhi standar keamanan dan khasiat. Metode penelitian: tipe penelitian normatif empiris, yaitu penelitian yang mengkaji hukum sebagai norma sekaligus melihat implementasi yang ada dimasyarakat. Sumber data yaitu studi lapangan dan studi kepustakaan. Penelitian ini selanjutnya dianalisis secara kualitatif dan hasilnya disajikan secara deskriptif. Hasil: (1) BPOM memiliki peran strategis dalam mencegah peredaran obat yang tidak memenuhi standar keamanan dan khasiat yaitu regulasi, pengawasan dan penindakan. Dari sisi regulasi, BPOM telah menetapkan standar evaluasi keamanan dan khasiat obat melalui registrasi yang ketat. Dalam aspek pengawasan, BPOM aktif melakukan inspeksi rutin dan pengujian sampel. Sedangkan dalam aspek penindakan, BPOM bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penarikan produk, penyegelan, serta proses hukum terhadap pelanggaran yang ditemukan. (2) Faktor utama antara lain kurangnya kesadaran masyarakat, lemahnya pengawasan distribusi, serta kecenderungan pelaku usaha lebih mementingkan keuntungan ekonomi dibandingkan keselamatan konsumen. Kesimpulan penelitian pengawasan obat memerlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas lembaga pengawas, serta sinergi lintas sektor guna menciptakan sistem perlindungan masyarakat yang optimal terhadap risiko penggunaan obat

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: BPOM, Keamanan Obat, Obat Ilegal
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 05 Feb 2026 02:06
Last Modified: 05 Feb 2026 02:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53180

Actions (login required)

View Item
View Item