ANALISIS POTENSI TANAMAN JAGUNG VARIETAS LOKAL DAN HIBRIDA SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA YANG DIBUDIDAYA DI LAHAN SAWAH PADA MUSIM KEMARAU = ANALYSIS OF THE POTENTIAL OF LOCAL AND HYBRID CORN VARIETIES AS FODDER FOR RUMINANT FEED CULTIVATED IN RICE FIELDS DURING THE DRY SEASON


PURNOMO, NURUL (2025) ANALISIS POTENSI TANAMAN JAGUNG VARIETAS LOKAL DAN HIBRIDA SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA YANG DIBUDIDAYA DI LAHAN SAWAH PADA MUSIM KEMARAU = ANALYSIS OF THE POTENTIAL OF LOCAL AND HYBRID CORN VARIETIES AS FODDER FOR RUMINANT FEED CULTIVATED IN RICE FIELDS DURING THE DRY SEASON. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
P013211022-qY3lsxKFVN8QDfnb-20250820115630.jpg

Download (163kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
P013211022-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
P013211022-dp.pdf

Download (530kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
P013211022-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 August 2027.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Nurul Purnomo. Analisis Potensi Tanaman Jagung Varietas Lokal dan Hibrida Sebagai Pakan Ternak Ruminansia yang Dibudidaya di Lahan Sawah Pada Musim Kemarau (Dibimbing oleh Asmuddin Natsir, Ambo Ako, dan Ismartoyo). Latar belakang. Produktivitas ternak ruminansia di Indonesia telah menurun secara signifikan, antara lain disebabkan oleh kurangnya jaminan ketersediaan pakan sebagai akibat berkurangnya padang penggembalaan, rendahnya kualitas rumput alam, dan fluktuasi produksi hijauan pada musim kemarau. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi produktivitas hijauan dan kandungan nutrisi tanaman jagung varietas komposit lokal dan hibrida yang dibudidayakan di sawah pada musim kemarau; (2) mengkaji kualitas varietas silase tanaman jagung tersebut; dan (3) mengkaji pengaruh pemberian silase terhadap produktivitas kambing. Metode. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama meliputi budidaya tanaman jagung varietas Lamuru (komposit lokal) dan Pioneer P32 (hibrida) pada bulan Juni hingga September 2023 di lahan sawah yang terletak di Kabupaten Sidrap. Tahap kedua berfokus pada produksi silase menggunakan tanaman jagung dari tahap pertama, dengan tiga perlakuan: kontrol (tanpa aditif), penambahan dedak padi, dan penambahan molasses. Tahap ketiga melibatkan pemberian pakan silase jagung dari kedua varietas kepada kambing. Parameter yang diamati meliputi kandungan nutrisi dan produksi hijauan tanaman jagung, kandungan nutrisi silase dan profil fermentasi, serta konsumsi pakan, daya cerna, dan kinerja produksi kambing. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan tanaman jagung Lamuru dan Pioneer P32 masing-masing menghasilkan bahan kering (BK) hijauan 11,998 ton/ha dan 12,492 ton/ha, dengan daya dukung 2,74 Satuan Ternak (ST) dan 2,85 ST, potensi pertambahan berat badan (PBB) sebesar 2.539,51 kg/ha dan 2.644,18 kg/ha, dan estimasi produksi susu masing-masing sebesar 30.714,09 kg/ha dan 31.980,00 kg/ha. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam kandungan nutrisi, produksi hijauan, carrying capacity, potensi PBB, atau potensi produksi susu antara kedua varietas. Penambahan dedak padi tidak berpengaruh signifikan terhadap bahan kering, protein kasar, serat kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), Acid Detergent Fiber (ADF), Neutral Detergent Fiber (NDF), selulosa, hemiselulosa, lignin, Abu Tak lerlarut Asam (ATL), asam laktat, gula larut, atau asam lemak volatil (VFA). Demikian pula, penambahan molasses tidak berpengaruh signifikan terhadap bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, BETN, ADF, NDF, selulosa, hemiselulosa, lignin, ATL, pH, asam laktat, gula larut, VFA, atau kadar amonia. Meskipun silase Lamuru memiliki kandungan hemiselulosa dan gula yang lebih tinggi, tetapi tidak ada perbedaan signifikan yang diamati pada bahan kering, bahan organik, protein kasar, lemak kasar, BETN, abu, NDF, ATL, asam laktat, gula larut, atau amonia. Konsumsi bahan kering untuk silase Lamuru dan Pioneer P32 masing-masing adalah 2,59% dan 2,64% dari berat badan, dengan tingkat kecernaan 71,30% dan 70,39%. Perlakuan pemberian pakan ini menghasilkan PBB harian sebesar 61,90 g/hari dan 73,10 g/hari, rasio konversi pakan sebesar 8,48 dan 7,09, serta rasio efisiensi pakan sebesar 12,43% dan 15,33%. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar varietas dalam hal konsumsi, kecernaan, PBB harian, konversi pakan, maupun efisiensi pakan. Kesimpulan. Kesimpulannya, varietas jagung komposit lokal dan hibrida yang dibudidayakan di lahan sawah pada musim kemarau memiliki potensi yang sebanding sebagai silase pakan ruminansia, tanpa perbedaan yang signifikan dalam kandungan nutrisi, profil fermentasi, maupun pengaruhnya terhadap performa kambing. Penambahan dedak padi atau molasses sebagai aditif juga tidak meningkatkan kualitas nutrisi maupun fermentasi silase secara signifikan.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: musim kemarau, pakan ruminansia, sawah, silase, tanaman jagung
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 05 Feb 2026 01:58
Last Modified: 05 Feb 2026 01:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53174

Actions (login required)

View Item
View Item