RESILIENSI USAHA PETERNAKAN UNGGAS DALAM MENGHADAPI DUA BENCANA BERBEDA: PANDEMI COVID-19 DAN KEKERINGAN EL NINO = RESILIENCE OF POULTRY FARMING BUSINESSES IN FACING TWO DIFFERENT DISASTERS: THE COVID-19 PANDEMIC AND EL NINO DROUGHT


RUSMAN, RUSNI FITRI YUHANIN (2025) RESILIENSI USAHA PETERNAKAN UNGGAS DALAM MENGHADAPI DUA BENCANA BERBEDA: PANDEMI COVID-19 DAN KEKERINGAN EL NINO = RESILIENCE OF POULTRY FARMING BUSINESSES IN FACING TWO DIFFERENT DISASTERS: THE COVID-19 PANDEMIC AND EL NINO DROUGHT. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
P013211010-NDhCISckZBvXFLE2-20250815133241.jpg

Download (75kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
P013211010-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
P013211010-dp.pdf

Download (337kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
P013211010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 July 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Krisis pandemi COVID-19 dan fenomena iklim El Niño yang memicu kekeringan ekstrem merupakan dua gangguan yang menguji resiliensi sektor pertanian, termasuk usaha peternakan unggas. Pandemi COVID-19 berdampak pada seluruh rantai pasok peternakan, mulai dari distribusi pakan, pemasaran produk, hingga akses terhadap input. Sementara itu, kekeringan akibat El Niño menyebabkan gangguan terhadap kesehatan ternak serta ketersediaan air dan pakan, sehingga meningkatkan biaya produksi dan menurunkan produktivitas ternak. Tujuan. Studi ini menganalisis secara mendalam kerentanan dan resiliensi usaha peternakan unggas (ayam broiler dan petelur) dalam menghadapi dua bencana berbeda yang menghasilkan strategi mitigasi dan kemampuan resiliensi untuk mengatasi bencana serupa dimasa yang akan datang. Metode. Penelitian ini dilakukan dimulai dengan melakukan analisis artikel ilmiah menggunakan Analisis Bibliometrik untuk menggali informasi dampak pandemi COVID-19 dan El Nino. Selanjutnya menggunakan metode studi kasus kolektif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis kerentanan dan dampak kedua bencana pada usaha peternakan ayam broiler dan petelur menggunakan perangkat lunak NVivo 15. Kemudian menggunakan metode Grounded Theory (GT) pada usaha peternakan ayam petelur sebagai usaha yang peternakan yang lebih rentan dibanding ayam broiler melalui open, axial dan selective koding. Hasil. Usaha ayam petelur yang menggunakan sistem mandiri lebih rentan dibanding ayam broiler yang menggunakan sistem kemitraan pada kedua bencana. Strategi mitigasi seperti diversifikasi usaha, penggunaan pakan alternatif lokal, dan adopsi teknologi dibutuhkan untuk meningkatkan resiliensi. Ada dua kapasitas resiliensi yang muncul saat krisis yaitu kemampuan bertahan (robustness) dan adaptasi (adaptability). Atribut-atribut yang melekat pada usaha seperti diversifikasi pertanian, kemampuan keuangan, hubungan sosial, skala usaha serta aspek spiritual terbukti mampu meningkatkan resiliensi. Kesimpulan. Usaha peternakan unggas rentan terhadap bencana pandemi COVID-19 dan kekeringan El Nino sehingga berdampak dalam aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Selain strategi mitigasi dan resiliensi, diharapkan ada kebijakan pemerintah dalam membantu peternak terutama peternak skala kecil dalam meningkatkan kemampuan resiliensi mereka saat menghadapi krisis dimasa mendatang.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: grounded theory; kapasitas resiliensi; kerentanan; NVivo 15; strategi mitigasi; studi kasus kolektif.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 05 Feb 2026 01:29
Last Modified: 05 Feb 2026 01:29
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53165

Actions (login required)

View Item
View Item