JEKSEN, JULIANUS (2025) Biokonservasi Tanah Menggunakan Cendawan Mikoriza Arbuskular Pada Wilayah Hulu Bendungan Napun Gete, Flores, Nusa Tenggara Timur = Soil Bio-conservation Using Arbuscular Mycorrhizal Fungi in the Upper Napun Gete Dam Area, Flores, East Nusa Tenggara. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P013202002-kUuKh6zyTZpJm1Vf-20250805134716.jpg
Download (153kB) | Preview
P013202002-1-2.pdf
Download (558kB)
P013202002-dp.pdf
Download (316kB)
P013202002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 July 2027.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Metode konservasi tanah umumnya melibatkan pendekatan vegetatif, fisik-mekanik, dan kimiawi, namun pendekatan biologis melalui pemanfaatan mikroorganisme tanah seperti cendawan mikoriza arbuskular (CMA) masih kurang dimanfaatkan secara optimal. CMA berperan penting dalam memperbaiki sifat tanah dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan populasi CMA dari wilayah hulu Bendungan Napun Gete, serta mengevaluasi pengaruh aplikasinya terhadap sifat fisik-kimia tanah dan kelayakan usahatani padi gogo. Metode. Penelitian dilakukan melalui isolasi dan identifikasi mikroskopik CMA, produksi inokulum menggunakan tanaman jagung, serta aplikasi inokulum pada padi gogo di lapangan. Hasil. Identifikasi menunjukkan keberadaan empat genus dengan 12 spesies, yaitu genus Glomus (Glomus etunicatum, G. agregatum, G. mosseae, G. intraradices, G. rubiformis), Acaulospora (Acaulospora foveata, A. tuberculata, A. cf. undulata, A. scrobiculata), Gigaspora (Gigaspora albida, G. margarita), dan Entrophospora (Entrophospora infrequens), dengan dominasi populasi tertinggi oleh genus Glomus (81,98%). Kelimpahan spora tertinggi 86,5 spora/100 g tanah ditemukan pada unit lahan dengan kemiringan >40%, jenis tanah Andisols, dan penggunaan lahan hutan sekunder. Aplikasi inokulum CMA Glomus spp pada tanaman padi gogo memberikan pengaruh signifikan terhadap indikator konservasi tanah, meliputi aspek mikoriza (kelimpahan spora, infeksi akar, glomalin total), sifat fisik dan kimia tanah (nilai erodibilitas tanah, struktur tanah, C-organik, N-total, N-tersedia, P-total, P-tersedia, K-total), serta pertumbuhan tanaman (jumlah anakan, panjang akar, berat kering gabah perhektar). Analisis kelayakan usahatani menunjukkan bahwa aplikasi CMA dosis 20 g tan⁻¹ atau 5 ton ha-1 menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp. 22.232.000,- dengan rasio R/C 3,35-,; lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa CMA. Kesimpulan. Penelitian ini membuktikan bahwa CMA, khususnya genus Glomus yang dominan, memiliki potensi tinggi sebagai agen Biokonservasi tanah. Aplikasinya pada tanaman padi gogo secara signifikan meningkatkan efektivitas mikoriza, memperbaiki sifat fisik tanah, sifat kimia tanah, dan mendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, penggunaan CMA terbukti meningkatkan kelayakan usahatani secara ekonomi. Hasil ini membuktikan bahwa CMA berpotensi tinggi sebagai agen Biokonservasi tanah yang adaptif dan mendukung pertanian berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cendawan Mikoriza Arbuskular, Glomus spp, Konservasi Tanah, Pertanian Berkelanjutan, Padi Gogo |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 01:14 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 01:14 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53158 |
