PERDIANSYAH, MUHAMMAD REZA (2025) EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellarioides L. Benth) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio harveyi PADA UDANG VANAME (Penaeus vannamei) = THE EFFECTIVENESS OF MIANA LEAF EXTRACT (Coleus scutellarioides L. Benth) AS AN INHIBITOR OF Vibrio harveyi GROWTH IN VANNAMEI SHRIMP (Penaeus vannamei). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012232026-VADFTktjr0MvCzb2-20251002142951.jpeg
Download (115kB) | Preview
L012232026-dp.pdf
Download (146kB)
L012232026-1-2.pdf
Download (346kB)
L012232026-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Muhammad Reza Perdiansyah. Efektivitas Ekstrak Daun Miana (Coleus scutellarioides L. Benth) sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri Vibrio harveyi pada Udang Vaname (Penaeus vannamei) (dibimbing oleh Gunarto Lantama dan Hilal Anshary). Latar Belakang. Udang merupakan salah satu komoditas utama yang banyak dibudidayakan baik oleh petambak tradisional maupun intensif. Red-Body Syndrome yang disebabkan oleh Vibrio harveyi menimbulkan kekhawatiran serius karena bakteri tersebut telah menunjukkan resistensi terhadap antibiotik sintetis. Salah satu alternatif solusi adalah penggunaan agen antibakteri alami, seperti tanaman miana. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun miana sebagai penghambat pertumbuhan V. harveyi dan Hubungannya Terkait Kerusakan Jaringan Hepatopankreas pada udang vaname. Metode. Penelitian ini Menggunakan Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini. Uji Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC–MS) dilakukan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder dalam daun miana. Aktivitas antibakteri diuji untuk mengetahui kemampuan ekstrak dalam menghambat pertumbuhan V. harveyi. Uji tantang dilakukan untuk menilai tingkat kelangsungan hidup (survival rate), Differential Hemocyte Count (DHC), Total Hemocyte Count (THC), serta kondisi histopatologi hepatopankreas pada udang vaname yang diberi perlakuan ekstrak daun miana. Hasil. Hasil analisis deskriptif, dan ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak daun miana mengandung 10 metabolit sekunder. Ekstrak menunjukkan efek penghambatan yang signifikan, dengan zona hambat sebesar 13,0 mm (100 mg·mL⁻¹), 11,3 mm (75 mg·mL⁻¹), dan 10,15 mm (50 mg·mL⁻¹). Setelah uji tantang, tingkat kelangsungan hidup udang yang diberi perlakuan berkisar antara 76,66% hingga 83,66%. Nilai THC tertinggi diperoleh pada perlakuan D (4,65×10⁶ sel·mL⁻¹). Nilai DHC tertinggi diperoleh pada sel hialin perlakuan D (5,39±37,73%), sel granular pada perlakuan B (6,06±26,59%), dan sel semi–granular pada perlakuan A (5,52±26,30%). Serta Hasil histopatologi menunjukkan bahwa pada kontrol (0 ppm) terdapat pelebaran jaringan ikat antar tubulus (fibrosis) dan lumen mengalami dilatasi. Pada perlakuan 50 ppm terlihat penebalan jaringan ikat antar tubulus dengan indikasi peradangan kronis serta ditemukannya sel inflamasi. Pada perlakuan 75 ppm, kelenjar dan lumen tampak normal dengan sedikit akumulasi sel inflamasi. Sedangkan pada perlakuan 100 ppm, beberapa tubulus kelenjar terlepas dari jaringan ikatnya dan sel inflamasi ditemukan pada jaringan penghubung antar tubulus. Kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun miana mengandung metabolit sekunder yang efektif menghambat V. harveyi, meningkatkan respon imun, serta menjaga kondisi histologis hepatopankreas, sehingga berpotensi digunakan sebagai agen antibakteri alami dalam budidaya udang vaname.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | KATA KUNCI: Antibakteri, Daun Miana, Udang Vaname, Vibrio harveyi |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 00:12 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 00:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53138 |
