HASMAWATI, HASMAWATI (2025) Upacara Perkawinan Kelompok Bangsawan Bugis di Dusun Borong Untia Kabupaten Pangkep = The Wedding Ceremony of the Bugis Aristocratic Group in Dusun Borong Untia, Pangkep Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E071201032-lvDFCMxw16OZiycr-20250715111440.jpg
Download (381kB) | Preview
E071201032-1-2.pdf
Download (784kB)
E071201032-dp.pdf
Download (452kB)
E071201032-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 July 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
HASMAWATI. Upacara Perkawinan Kelompok Bangsawan Bugis di Dusun Borong Untia Kabupaten Pangkep. (dibimbing oleh Prof . Dr. Tasrifin Tahara, M.Si.) Latar Belakang. Tradisi perkawinan bangsawan Bugis di Sulawesi Selatan secara umum memiliki kesamaan, namun masyarakat di Dusun Borong Untia, Kabupaten Pangkep, memperlihatkan kekhasan tersendiri melalui adanya prosesi malekke wae dan malekke pacci. Tujuan. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menjelaskan sistem aturan dalam tradisi perkawinan bangsawan Bugis di Dusun Borong Untia Kabupaten Pangkep. 2) Menjelaskan pelaksanaan perkawinan bangsawan Bugis di Dusun Borong Untia Kabupaten Pangkep. 3) Menjelaskan faktor faktor yang mendukung tradisi perkawinan bangsawan Bugis di Dusun Borong Untia Kabupaten Pangkep sehingga masih bertahan sampai saat ini. Metode. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi yang mengumpulkan datanya dengan teknik pengamatan (Observation) dan wawancara mendalam untuk mengetahui semua prosesi dari perkawinan kelompok bangsawan Bugis di Dusun Borong Untia. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive yang di mana peneliti telah menentukan terlebih dahulu kriteria informan yang akan diwawancarai. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem aturan dalam perkawinan bangsawan Bugis di Dusun Borong Untia didasarkan pada prinsip assiratangeng (kesetaraan status sosial), besarnya mahar dan uang panai, keterlibatan tokoh adat, serta kolektivitas keluarga. Prosesi adat yang dilalui meliputi mammanu’manu’, mappese’pese’, massuro/madduta, mappettuada, mappasau botting, cemme passih, mappasili, mappanre temme, mappacci, madduppa botting, mappenre’ botting,mappasikarawa, mapparola, massiara kubburu, dan massita beseng. Keberlangsungan tradisi ini ditopang oleh internalisasi nilai-nilai adat dan budaya lokal, peran tokoh adat, pertimbangan status sosial dan garis keturunan, dimensi ekonomi dan pendidikan, asimilasi nilai Islam, kemampuan adaptasi terhadap perubahan sosial, serta dukungan dari jejaring sosial masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan Bugis; Kelompok Bangsawan; Stratifikasi; Tradisi. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Sosial |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 03:20 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 03:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53112 |
