Anak Kapas: Makna dan Fungsi K-Pop Doll di Kalangan K-Popers (Studi Kasus STAY Makassar) = Cotton Child: The Meaning and Function of K-Pop Dolls Among K-Pop Fans (A Case Study of STAY Makassar)


ACHMAD. S, MUSDALIFAH (2025) Anak Kapas: Makna dan Fungsi K-Pop Doll di Kalangan K-Popers (Studi Kasus STAY Makassar) = Cotton Child: The Meaning and Function of K-Pop Dolls Among K-Pop Fans (A Case Study of STAY Makassar). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
E071181323-RYZs3Lwuh1gUCtDk-20250728143943.jpg

Download (401kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E071181323-1-2.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
E071181323-dp.pdf

Download (147kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
E071181323-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 July 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan fungsi sosial budaya dari K-Pop doll dalam kehidupan para anggota komunitas STAY Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang merupakan anggota STAY Makassar, observasi partisipatif dalam berbagai kegiatan komunitas, serta dokumentasi visual. Penelitian ini melibatkan sepuluh informan yang merupakan anggota dari STAY Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boneka K-Pop (SKZOO) memiliki makna yang kompleks dalam kehidupan penggemarnya. SKZOO diposisikan bukan hanya sebagai barang koleksi, tetapi sebagai "anak kapas" yang diberi nama, diperlakukan layaknya makhluk hidup, dan menjadi teman emosional bagi pemiliknya. Dari segi fungsi, SKZOO berperan sebagai simbol afeksi terhadap bias (anggota favorit), sebagai alat ekspresi diri dan kreativitas dalam bentuk pembuatan baju, foto tematik, hingga konten media sosial. Selain itu, SKZOO juga menjadi simbol status dalam komunitas, di mana kepemilikan versi lengkap atau edisi terbatas menunjukkan tingkat keterlibatan dan loyalitas seorang STAY. Penelitian ini memperlihatkan bahwa K-Pop doll bertransformasi dari sekadarobjek material menjadi simbol sosial yang merefleksikan nilai-nilai budaya, struktur komunitas, serta dinamika identitas para penggemar. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengkaji budaya benda (material culture) dalam ranah antropologi sosial, terutama dalam konteks budaya populer dan digital masa kini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: K-Pop Doll, SKZOO, Fandom, Budaya Populer, STAY Makassar
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Sosial
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 03 Feb 2026 02:50
Last Modified: 03 Feb 2026 02:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53101

Actions (login required)

View Item
View Item