JAYANTI, SEPTRI LEGITASARI LERE (2025) Kajian Aspek Bioekologi Rumput Laut Asparagopsis taxiformis Delile, Trevisan. 1845 Pada Habitat Alaminya =Bioecological Aspects of Seaweed Asparagopsis taxiformis Delile, Trevisan. 1845 in Its Natural Habitat. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012231015-0Pg7oDVkb5aclWNR-20251007103111.jpg
Download (270kB) | Preview
L012231015-1-2.pdf
Download (502kB)
L012231015-dp.pdf
Download (158kB)
L012231015-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 September 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Asparagopsis taxiformis memiliki kemampuan untuk mengurangi emisi gas metana, yang merupakan gas terbanyak kedua penyebab efek rumah kaca. Red sea plume A. taxiformis memiliki peran ekologis penting yang memungkinkannya untuk mencegah pemanasan global. Kandungan gas metana pada kotoran hewan ruminansia yang diberi ransum yang mengandung A. taxiformis dapat berkurang hingga sekitar 80%. Produksi A. taxiformis sangat tergantung pada alam, dengan pasokan yang sangat terbatas. Budidaya skala komersial dapat meningkatkan produksi, tetapi hal ini terhambat oleh kurangnya pengetahuan tentang bioekologi sehingga diperlukan kajian tentang bioekologi A. taxiformis. Tujuan. (1) menganalisis karakteristik morfometrik gametofit A. taxiformis pada habitat alaminya; (2) menganalisis parameter kualitas air pada habitat alami A. taxiformis; dan (3) mengidentifikasi jenis organisme yang berasosiasi pada habitat alami A. taxiformis. Metode. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik Purposive Sampling dan transek kuadran yang dilakukan di habitat alami rumput laut A. taxiformis dan menggunakan analisis Principal Component Analysis (PCA). Parameter yang diamati adalah morfometrik, berat thallus, kualitas air dan organisme yang berasosiasi. Hasil. Karakteristik morfometrik yang fleksibel membuat A. taxiformis sangat mampu beradaptasi dengan kondisi hidrodinamik yang sangat dinamis dengan panjang thallus yang terpanjang didapatkan di Somba 2 yaitu 43,94 mm. A. taxiformis mendukung keanekaragaman hayati dengan menjadi habitat berbagai organisme laut. Jenis-jenis organisme lain yang ditemukan seperti Bornetella nitida, Caulerpa peltata, Caulerpa scalpelliformis, Dictyosphaeria versluysii, Dictyosphaeria cavernosa, Galaxaura oblongata, Halimeda opuntia, Portieria hornemannii. Selain itu ditemukan juga jenis ikan, Hyas coarctatus, Aplysia argus, Tridacna gigas. Kualitas air, termasuk kedalaman, arus, salinitas, suhu, dan nutrien, mempengaruhi pertumbuhan dan penyebaran A. taxiformis. Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. taxiformis sangat adaptif, yang memungkinkannya hidup pada kondisi lingkungan yang sangat dinamis. Adaptasi ini juga terkait erat dengan pertumbuhan thallus. Melalui hubungannya yang kompleks dengan organisme lain, A. taxiformis membantu keanekaragaman hayati. Kualitas air sangat mempengaruhi pertumbuhan dan distribusinya
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | A. taxiformis; Kualitas Air; Morfometrik; Organisme Berasosiasi |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 01:12 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 01:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53090 |
