EVALUASI EKOLOGI MANGROVE SEBAGAI INDIKATOR KESIAPAN PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA BALANG BARU, KABUPATEN JENEPONTO = EVALUATION OF MANGROVE ECOLOGY AS AN INDICATOR OF ECOTOURISM DEVELOPMENT READINESS IN BALANG BARU VILLAGE, JENEPONTO REGENCY


HURAIRAH M., MUH. DZAKY (2025) EVALUASI EKOLOGI MANGROVE SEBAGAI INDIKATOR KESIAPAN PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA BALANG BARU, KABUPATEN JENEPONTO = EVALUATION OF MANGROVE ECOLOGY AS AN INDICATOR OF ECOTOURISM DEVELOPMENT READINESS IN BALANG BARU VILLAGE, JENEPONTO REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L011211089-FuiSLpeht5Ey7QBa-20251006112620.jpg

Download (443kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L011211089-1-2.pdf

Download (504kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L011211089-dp.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L011211089-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 October 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Hutan mangrove memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir serta potensi sebagai sumber daya ekowisata berbasis alam. Namun, banyak kawasan mangrove di Indonesia, termasuk di Desa Balang Baru, Kabupaten Jeneponto, belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal untuk tujuan konservasi dan pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi ekologi hutan mangrove, menilai tingkat kesiapan kawasan untuk pengembangan ekowisata, menganalisis hubungan antara indikator ekologi dan kesiapan ekowisata, serta menyusun rekomendasi pengelolaan berbasis ekologi dan partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi survei struktur vegetasi, analisis parameter lingkungan, dan penilaian kesiapan ekowisata, dilengkapi dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove di lokasi penelitian didominasi oleh Rhizophora mucronata dan Avicennia marina dengan struktur vegetasi yang tergolong rendah hingga sedang. Kesiapan kawasan berada dalam kategori “Siap Dikembangkan” dengan skor antara 81–86, terutama didukung oleh kekuatan pada daya tarik alami dan partisipasi sosial. Analisis regresi menunjukkan bahwa variabel kerapatan dan luas bidang dasar berkontribusi positif terhadap kesiapan ekowisata meskipun belum signifikan secara statistik. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan ekowisata mangrove perlu mempertimbangkan kondisi ekologi serta memperkuat pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan berbasis konservasi dan ekonomi berkelanjutan. Kata kunci: mangrove; ekowisata; kesiapan kawasan; Desa Balang Baru; Sulawesi Selatan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: mangrove; ekowisata; kesiapan kawasan; Desa Balang Baru; Sulawesi Selatan
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 02 Feb 2026 07:46
Last Modified: 02 Feb 2026 07:46
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53086

Actions (login required)

View Item
View Item