WIDHAH, ST. FIRJATIH (2025) Distribusi Spasial-Temporal Sebaran Lamun di Tiga Zona Kepulauan Spermonde, Indonesia. = Spatio-Temporal Distribution of Seagrass Extent in Three Zones of Spermonde Archipelago, Indonesia. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012241044-UW2lHI6iPe73pVLO-20251008145435.jpg
Download (565kB) | Preview
L012241044-1-2.pdf
Download (559kB)
L012241044-dp.pdf
Download (179kB)
L012241044-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 October 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Lamun merupakan ekosistem karbon biru penting yang mendukung keanekaragaman hayati, perikanan, dan perlindungan pesisir, namun keberadaannya semakin terancam akibat tekanan antropogenik dan faktor lingkungan. Studi mengenai perubahan distribusi lamun secara spasial-temporal di Kepulauan Spermonde masih terbatas, padahal kawasan ini memiliki keanekaragaman jenis lamun tinggi serta peran ekologi dan sosial-ekonomi yang signifikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan spasial-temporal luasan padang lamun di tiga pulau perwakilan zona dalam, tengah, dan luar Kepulauan Spermonde, serta mengidentifikasi faktor lingkungan dan aktivitas manusia yang memengaruhi perbedaan pola distribusinya. Metode. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berbasis spasial dengan pendekatan mixed methods, yang menggabungkan survei lapangan, analisis citra satelit, dan pemanfaatan grey literature sebagai sumber data sekunder. Survei lapangan dilakukan pada Juli–Agustus 2025 dengan metode transek kuadrat untuk identifikasi jenis dan penutupan lamun. Data citra Sentinel-2 tahun 2015 dan 2025 dianalisis menggunakan klasifikasi terawasi maximum likelihood dan diverifikasi dengan data lapangan. Akurasi klasifikasi dievaluasi menggunakan matriks konfusi dengan Overall Accuracy (OA) 92% sesuai standar BIG. Hasil. Terdapat delapan spesies lamun di Barrang Lompo (zona dalam), enam spesies di Badi (zona tengah), dan lima spesies di Langkai (zona luar). Selama satu dekade terakhir, terjadi penurunan luasan lamun yang signifikan: Barrang Lompo berkurang 12,53 ha (30,69%), Badi 3,91 ha (56,02%), dan Langkai 12,23 ha (26,86%). Faktor utama penyebab kehilangan di Barrang Lompo dan Badi adalah tekanan antropogenik, seperti limbah rumah tangga, penangkapan ikan destruktif, dan reklamasi, sedangkan di Langkai dominan dipengaruhi faktor oseanografi, seperti arus kuat, sedimentasi, dan kualitas perairan. Kesimpulan. Penurunan lamun di Kepulauan Spermonde merupakan hasil dari interaksi yang kompleks antara aktivitas manusia dan kondisi lingkungan. Kehilangan ini mengancam fungsi ekosistem karbon biru, produktivitas perikanan, serta keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi berbasis zona yang melibatkan pengelolaan ekosistem dan partisipasi masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengelolaan pesisir; Luas lamun; Penurunan tutupan lamun; Strategi konservasi. |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 06:54 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 06:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53083 |
