JANI, NUR (2025) Struktur Komunitas Makrozoobentos Epifauna pada Ekosistem Mangrove di Borongkalukua, Desa Bori Masunggu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan = Structure of Epifauna Macrozoobenthos Community in the Mangrove Ecosystem in Borongkalukua, Bori Masunggu Village, Maros Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L021211047-A2HItmW30NzguwhY-20251008130413.jpg
Download (205kB) | Preview
L021211047-1-2.pdf
Download (482kB)
L021211047-dp.pdf
Download (182kB)
L021211047-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 October 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
NUR JANI. Struktur Komunitas Makrozoobentos Epifauna pada Ekosistem Mangrove di Borongkalukua, Desa Bori Masunggu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dibimbing oleh Basse Siang Parawansa. Latar Belakang. Ekosistem mangrove merupakan habitat penting bagi berbagai organisme bentik, termasuk makrozoobentos epifauna, yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan sebagai bioindikator kualitas perairan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas Makrozoobentos Epifauna pada ekosistem mangrove Borongkalukua meliputi komposisi jenis, kelimpahan, kepadatan dan indeks ekologi. Metode. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2025 di tiga stasiun pengamatan (dekat pemukiman, dekat tambak, dan dekat laut). Metode yang digunakan adalah transek kuadrat dengan ukuran plot 10×10 m² yang di dalamnya ditempatkan 5 sub-plot berukuran 1×1 m² secara diagonal. Sampel makrozoobentos epifauna diambil dengan teknik hand picking dari permukaan substrat, akar, batang, dan daun mangrove. Identifikasi spesies dilakukan berdasarkan morfologi menggunakan buku identifikasi. Parameter yang diamati meliputi komposisi jenis, kelimpahan, kelimpahan relatif, kepadatan, indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), indeks dominansi (C), serta pengukuran kualitas air (suhu, salinitas, pH, COD, dan BOD). Hasil. Hasil identifikasi ditemukan 10 spesies dari 7 famili, dengan famili Potamididae mendominasi (44%). Telescopium telescopium memiliki kelimpahan tertinggi, sedangkan Nerita balteata terendah. Kepadatan tertinggi tercatat di Stasiun II (dekat tambak), diduga akibat tingginya pasokan bahan organik dari limbah budidaya. Nilai indeks keanekaragaman (H’) berkisar 0,468–0,514 (kategori rendah), indeks keseragaman (E) 0,64–0,98 (kategori tinggi), dan indeks dominansi (C) 0,17–0,36 (kategori rendah). Parameter kualitas air umumnya berada dalam kisaran baku mutu, meskipun suhu sedikit melebihi standar. Kesimpulan. Struktur komunitas makrozoobentos epifauna di ekosistem mangrove Borongkalukua memiliki distribusi individu yang relatif merata tanpa dominasi spesies tertentu, dengan kondisi lingkungan yang cukup mendukung keberlangsungan hidup biota bentik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Makrozoobentos, epifauna, mangrove, keanekaragaman, Maros. |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ekonomi > Ekonomi Sumberdaya |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 06:03 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 06:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53081 |
