KARMILA, KARMILA (2025) ANALISIS HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PERRE-PERRE DI PERAIRAN KABUPATEN SINJAI = ANALYSIS OF PERRE-PERRE FISHING GEAR CATCH RESULTS IN SINJAI REGERENCY WATERS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012231008-rYhM4jqNIUClbEdO-20251007140259.jpg
Download (323kB) | Preview
L012231008-1-2.pdf
Download (423kB)
L012231008-dp.pdf
Download (199kB)
L012231008-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 October 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Perre-perre merupakan alat tangkap tradisional yang relatif baru berkembang di Sulawesi Selatan dan saat ini dioperasikan oleh nelayan di Kabupaten Sinjai. perre-perre merupakan alat penangkap ikan yang bersifat pasif. Alat tangkap ini menggunakan cahaya yang bertekanan tinggi sebagai alat bantu penangkapan sehingga metode penangkapannya berpotensi memengaruhi tingkat keramahan lingkungan serta terdapat isu terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh alat tangkap ini, terutama mengenai selektivitas dan kerusakan habitat dasar laut. Perlu adanya kajian pengawasan lebih lanjut mengenai apakah alat tangkap perre-perre dapat berkonstribusi terhadap perikanan berkelanjutan atau justru menimbulkan keruskana ekosistem laut. Tujuan. Menganalisis prinsip kerja dan pengoperasian alat tangkap perre-perre, menganalisis jumlah dan jenis ikan hasil tangkapan, serta menilai tingkat keramahan lingkungan dari penggunaan alat tangkap perre-perre. Metode. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2024 dengan menggunakan metode sensus, yaitu mendata seluruh nelayan pengguna alat tangkap perre-perre di Kabupaten Sinjai. Terdapat sembilan orang nelayan yang secara aktif mengoperasikan alat tangkap ini dan dijadikan subjek penelitian melalui wawancara mendalam. Selain itu, satu orang nelayan dipilih untuk dilakukan observasi langsung terhadap proses pengoperasian alat tangkap dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih salah satu dari sembilan nelayan yang memiliki pengalaman lebih serta bersedia memberikan izin untuk mengikuti proses pengoperasian selama 30 trip. Hasil. Perre-perre termasuk dalam kategori alat tangkap jaring angkat, dengan prinsip pengoperasian menggunakan cahaya sebagai alat bantu cahaya untuk mengumpulkan ikan dengan cara kerja di serok (scoop) secara manual dengan scoop net yang telah dibuat nelayan. Jenis ikan utama yang tertangkap antara lain ikan teri hitam (Stolephorus heterolobus), ikan teri putih (Stolephorus indicus), lompa (Thryssa baelama), dan ikan tembang (Sardinella sp.). Secara keseluruhan, alat tangkap perre-perre memperoleh nilai total 30 berdasarkan sembilan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF), yang mengkategorikannya sebagai alat tangkap yang sangat ramah lingkungan. dalam aspek selektivitas, secara umum hasil tangkapan alat tangkap perre-perre tergolong layak tangkap, karena sebagian besar ikan yang tertangkap telah berada di atas ukuran panjang pertama kali matang gonad (length at first maturity). Meskipun demikian, proporsi penangkapan terhadap ikan yang belum layak tangkap masih tergolong tinggi. Kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa alat tangkap perre-perre sangat ramah lingkungan beradasarkan kriteria CCRF. Namun, diperlukan evaluasi lebih lanjut secara spesifik terhadap alat tangkap perre-perre berdasarkan seletivitas alat tangkap guna mendukung praktik perikanan yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keramahan lingkungan, CCRF, Perre-perre, Selektivitas, Perikanan berkelanjutan |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 05:49 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 05:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53079 |
