ANNISAH, NUR (2025) Studi In Silico Potensi Senyawa Metabolit Sekunder Rumput Laut Sargassum polycystum Sebagai Antibakteri Bacillus cereus yang Merupakan Salah Satu Kontaminan Pada Sushi = In Silico Study of the Potential of Secondary Metabolite Compounds of Sargassum polycystum Seaweed as Antibacterials for Bacillus cereus One of the Contaminants in Sushi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L061211001-Tk3g7ME0aIbCeVQO-20251008124606.jpg
Download (247kB) | Preview
L061211001-1-2.pdf
Download (67kB)
L061211001-dp.pdf
Download (60kB)
L061211001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 September 2027.
Download (543kB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Sushi merupakan makanan populer yang disajikan tanpa proses pemanasan, sehingga rentan terhadap kontaminasi bakteri patogen. Salah satu bakteri yang umum ditemukan pada sushi adalah Bacillus cereus, yang dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti mual, muntah, dan diare. Penggunaan bahan penghambat bakteri sintetis memiliki risiko resistensi serta dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengawet alami yang lebih aman. Sargassum polycystum, salah satu jenis rumput laut coklat, diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Untuk mengidentifikasi potensi tersebut, digunakan metode in silico, yaitu pendekatan berbasis simulasi komputer yang memungkinkan analisis awal interaksi senyawa dengan target biologis secara efisien dan tanpa uji biologis langsung. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif metabolit sekunder dari rumput laut Sargassum polycystum yang dapat menghambat protein Bacillus cereus melalui metode in silico. Metode. Penelitian ini dilakukan secara komputasi (in silico) menggunakan data sekunder hasil analisis GC-MS untuk memperoleh senyawa aktif. Struktur senyawa dan protein target Phosphopentomutase (PDB ID: 3M8Z) dipersiapkan menggunakan Chimera dan AutoDock Tools, kemudian disimulasikan menggunakan AutoDock 4 untuk menilai interaksi ligan-protein berdasarkan nilai binding affinity. Hasil. Senyawa yang memiliki nilai binding affinity lebih rendah dibandingkan kontrol positif dianggap sebagai senyawa yang paling potensial. Dari lima senyawa hasil identifikasi, senyawa cycloeucalenol acetate merupakan senyawa yang paling efektif sebagai antibakteri alami pada rumput laut Sargassum polycystum, dengan nilai binding affinity –8,87 kcal/mol dan RMSD 1,30 A^°. Kesimpulan. Sargassum polycystum berpotensi sebagai sumber antibakteri alami terhadap Bacillus cereus, dan layak untuk diteliti lebih lanjut melalui pendekatan in vitro dan in vivo guna mendukung keamanan pangan berbasis produk perikanan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sargassum polycystum; Bacillus cereus; sushi; in silico; molecular docking. |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Teknologi Hasil Perikanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 05:44 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 05:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53078 |
