AISYAH, ANDI SITTI (2025) EVALUASI POTENSI ANTIBAKTERI TERHADAP Cutibacterium acnes SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT KULIT WAJAH OLEH METABOLIT SEKUNDER RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii MELALUI UJI MOLECULAR DOCKING = Evaluation of the In Silico Potential of Seaweed Secondary Metabolites (Kappaphycus alvarezii) as an Antibacterial Agent Against (Cutibacterium acnes). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L061211038-C9VhpWoe5Kj4BAg3-20251008124007.jpg
Download (43kB) | Preview
L061211038-1-2.pdf
Download (4MB)
L061211038-dp.pdf
Download (818kB)
L061211038-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 October 2027.
Download (11MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Cutibacterium acnes merupakan bagian dari mikrobioma kulit yang sehat, terutama diarea yang kaya akan kelenjar sebasea (kelenjar minyak). Namun, dibawah kondisi tertentu berubah menjadi patogen oportunistik. Indonesia, sebagai negara maritim, memiliki potensi besar pada rumput laut Kappaphycus alvarezii, yang kaya akan metabolit sekunder (seperti sterol, fenol, dan terpenoid) dengan aktivitas antibakteri. Pendekatan komputasi in silico, khususnya molecular docking, menawarkan skrining awal yang efisien untuk mengidentifikasi kandidat senyawa pengobatan baru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandidat senyawa metabolit sekunder dari K. alvarezii yang menunjukkan potensi antibakteri terhadap C. acnes yang sebanding atau bahkan lebih baik daripada antibiotik konvensional Clindamycin berdasarkan hasil uji in silico (molecular docking). Metode: Ekstrak etanol K. alvarezii dianalisis menggunakan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS) untuk memvalidasi ligan. Senyawa teridentifikasi, termasuk Cholesta-4,6-dien-3-one, kemudian di-docking pada protein target C. acnes (Surface Sialidase PDB: 7LBV) menggunakan Biovia Discovery Studio. Senyawa terbaik ditentukan oleh nilai binding affinity terendah dan profil interaksi yang sebanding atau lebih baik dari Clindamycin. Hasil: Analisis GC-MS mengidentifikasi beberapa metabolit sekunder aktif. Simulasi molecular docking menunjukkan Cholesta-4,6-dien-3-one memiliki afinitas pengikatan terbaik dengan nilai binding affinity terendah, yaitu:-6.10 kcal/mol yang mengindikasikan interaksi kuat. Perbandingan interaksi kualitatif menunjukkan senyawa ini lebih menjanjikan daripada Klindamisin sebagai kandidat utama (lead compound). Kesimpulan: Metabolit sekunder dari K. alvarezii, khususnya Cholesta-4,6-dien-3-one, terbukti memiliki potensi kuat dan kompetitif sebagai agen antibakteri C. acnes. Hasil in silico ini memvalidasi K. alvarezii sebagai sumber alami baru untuk pengembangan terapi alternatif bagi acne vulgaris yang resisten.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kappaphycus alvarezii, Cutibacterium acnes, In Silico, Clindamycin, Cholesta-4,6-dien-3-one |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 05:40 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 05:40 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53077 |
