MANIFESTASI KELEMBAGAAN LOKAL PARABELA DALAM MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI WILAYAH PESISIR = MANIFESTATION OF LOCAL INSTITUTONS PARABELA TO CLIMATE CHANGE MITIGATION IN COASTAL AREA


MUHAJIRIN, MUHAJIRIN (2025) MANIFESTASI KELEMBAGAAN LOKAL PARABELA DALAM MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI WILAYAH PESISIR = MANIFESTATION OF LOCAL INSTITUTONS PARABELA TO CLIMATE CHANGE MITIGATION IN COASTAL AREA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L012231013-sTi23BFlhkYyzSvP-20251008102647.jpg

Download (372kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
L012231013-1-2.pdf

Download (442kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L012231013-dp.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
L012231013-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 September 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Perubahan iklim merupakan fenomena global yang memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem dan kehidupan sosial masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, merupakan salah satu wilayah pesisir yang menghadapi berbagai ancaman akibat perubahan iklim, seperti kenaikan suhu permukaan laut, curah hujan ekstrem, dan degradasi ekosistem pesisir. Untuk merespons kondisi tersebut, peran kelembagaan lokal Parabela menjadi krusial dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pendekatan kearifan lokal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktualisasi peran kelembagaan lokal Parabela dalam mitigasi perubahan iklim, mengkaji relasi kuasa antara Parabela dan pemerintah, serta merumuskan strategi mitigasi berbasis kolaborasi (co-management). Metode. Penelitian ini menggunakan metode mixed-method dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka, serta didukung dengan analisis stakeholder dan SWOT untuk merumuskan strategi mitigasi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan lokal Parabela memiliki kekuatan sosial dan legitimasi yang tinggi dalam masyarakat adat, serta mampu mengaktualisasikan kearifan lokal seperti kaombo sebagai bentuk mitigasi berbasis konservasi. Analisis SWOT menunjukkan posisi strategi berada pada kuadran I (agresif), yang menandakan peluang besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara Parabela dan pemerintah. Kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran kelembagaan lokal Parabela sangat signifikan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim berbasis kearifan lokal. Strategi mitigasi yang dikembangkan perlu diarahkan pada penguatan sistem co-management antara pemerintah dan kelembagaan lokal, dengan prinsip keberlanjutan, efisiensi biaya, serta dukungan masyarakat yang tinggi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Kelembagaan lokal, Mitigasi, perubahan iklim, Parabela, strategi co-management
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 02 Feb 2026 05:28
Last Modified: 02 Feb 2026 05:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53075

Actions (login required)

View Item
View Item