ILYAS PUTRI, DESWITHA SALSAABILAH (2025) POLITIK FDI TIONGKOK MELALUI BRI DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI AFRIKA TIMUR = THE POLITICS OF CHINESE FDI THROUGH BRI IN THE INFRASTRUCTURE DEVEPOMENT IN EAST AFRICA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E061211119-34SKDs0jFeYwncT5-20250821193139.png
Download (272kB) | Preview
E061211119-1-2.pdf
Download (590kB)
E061211119-dp.pdf
Download (113kB)
E061211119-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 August 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRACT Deswitha Salsaabilah Ilyas Putri., 2021. E061211119. "THE POLITICS OF CHINESE FDI THROUGH BRI IN THE INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT IN EAST AFRICA". Pembimbing: H. Abdul Razaq Z. Cangara, S.IP, M.SI, MIR. Department Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin. Afrika Timur menghadapi tantangan yang terus-menerus dalam pembangunan ekonomi dan infrastruktur akibat kemiskinan, konflik internal, dan ketidakstabilan politik. Sebagai respons atas kondisi tersebut, Tiongkok muncul sebagai aktor eksternal utama melalui inisiatif Belt and Road Initiative (BRI), yang menyalurkan investasi skala besar melalui Foreign Direct Investment (FDI). Negara-negara strategis seperti Ethiopia, Kenya, Tanzania, dan Djibouti menarik perhatian Tiongkok karena lokasi geografis, sumber daya alam, serta pasar domestik yang berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka dan analisis media. Kerangka teoritis yang digunakan mengacu pada teori Investasi Asing Langsung (FDI) dan Ekonomi Politik Internasional (EPI) untuk menganalisis bagaimana Tiongkok memanfaatkan instrumen ekonomi sebagai alat diplomasi strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BRI memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan konektivitas kawasan di Afrika Timur. Namun, proyek-proyek ini juga menimbulkan berbagai persoalan seperti ketergantungan ekonomi, minimnya transfer teknologi, dominasi tenaga kerja asing, serta risiko diplomasi jebakan utang. Investasi Tiongkok kerap kali didorong oleh kepentingan strategis dan geopolitik, yang berpotensi mengancam kedaulatan jangka panjang negara-negara penerima. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas negosiasi, pengawasan institusional, dan kemandirian kebijakan di negara-negara Afrika Timur dalam menyikapi investasi asing. Partisipasi lokal dan distribusi manfaat yang adil menjadi kunci untuk menghindari kerentanan struktural di masa depan. Secara keseluruhan, studi ini memberikan pemahaman mengenai hubungan antara kekuatan ekonomi dan strategi geopolitik dalam konteks kerja sama Tiongkok–Afrika Timur melalui BRI.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Belt and Road Initiative, Foreign Direct Investment, International Political Economy, Infrastructure, East Africa, China, Economic Diplomacy. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 04:59 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 04:59 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53062 |
