AMINAH, KANIA REZKYA (2025) Efektivitas Pembinaan Kepribadian Terhadap Narapidana Pelaku Tindak Pidana Pencurian di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Makassar. = The Effectiveness of Personality Development for Inmates Convicted of Theft at Class 1 Makassar State Detention Center. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B011211174-oWfLNdaBnJcUg2Rr-20250930123202.jpg
Download (900kB) | Preview
B011211174-1-2.pdf
Download (470kB)
B011211174-dp.pdf
Download (306kB)
B011211174-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 August 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Sistem pemasyarakatan di Indonesia bertujuan untuk membina narapidana agar dapat reintegrasi ke masyarakat, namun pelaksanaan pembinaan kepribadian di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Makassar menghadapi tantangan seperti overkapasitas dan fungsinya yang sebenarnya bukan untuk pembinaan narapidana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembinaan kepribadian narapidana kasus pencurian di Rutan Kelas 1 Makassar serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat pembinaan kepribadian narapidana tersebut. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Makassar dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan tipe penelitian hukum empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan 15 narapidana pelaku tindak pidana pencurian, petugas pemasyarakatan, serta studi dokumen terkait. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi efektivitas program pembinaan dan mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambatnya. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembinaan kepribadian narapidana pencurian belum efektif karena keterbatasan SDM dan fasilitas, meski implementasi aturan, partisipasi narapidana, dan dukungan budaya lokal sudah baik. Hambatan internal-eksternal seperti stigma dan tekanan ekonomi pascabebas tetap memengaruhi hasil; (2) Program pembinaan didukung oleh kegiatan pembelajaran, kolaborasi dengan mahasiswa magang/LSM, dan dukungan pemerintah, tetapi terhambat oleh SDM terbatas, motivasi narapidana rendah, serta kendala teknis. Upaya seperti Training of Trainer dan pendekatan aktif menunjukkan komitmen peningkatan efektivitas program. Kesimpulan: Pembinaan narapidana pencurian di Rutan Makassar masih belum efektif karena keterbatasan SDM, fasilitas, serta tantangan ekonomi dan sosial pasca-bebas, meski ada dukungan program dan upaya perbaikan yang terus dilakukan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | inmates, personality development, theft crime |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 02:41 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 02:41 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53048 |
