AMBANAGA, SADRAK AUGUSTO FIELD (2025) Dampak Kerja Sama Indonesia-Australia Dalam Program AIHSP Terhadap Penanganan Permasalahan Rabies Di NTT = The Impact of Indonesia-Australia Cooperation in the AIHSP Program on Rabies Control in NTT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E061211042-cn7OLe3q4oSFJbgM-20250815123613.jpg
Download (873kB) | Preview
E061211042-1-2.pdf
Download (510kB)
E061211042-dp.pdf
Download (246kB)
E061211042-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 July 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini membahas dampak kerja sama bilateral antara Indonesia dan Australia dalam program Australia-Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) terhadap penanganan permasalahan rabies di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Rabies merupakan penyakit zoonosis mematikan yang masih menjadi masalah kesehatan serius masyarakat di NTT. Jumlah kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) yang tinggi pada tahun 2023 sehingga pemerintah daerah menetapkan status wabah rabies. Kondisi wabah ini menyebabkan AIHSP sebagai program kerja sama lintas negara masuk ke Provinsi NTT dengan mengusung pendekatan One Health, yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai upaya penanggulangan penyakit zoonotik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi AIHSP di NTT berdampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas sistem kesehatan daerah, termasuk pelaksanaan vaksinasi massal HPR, peningkatan kualitas pengawasan epidemiologi, pelatihan tenaga kesehatan, serta penguatan koordinasi lintas sektor antara dinas kesehatan, dinas peternakan, dan institusi non-pemerintah. AIHSP juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, kader siaga rabies dan edukasi berbasis komunitas, termasuk melalui kerja sama dengan tokoh agama. Meskipun demikian, implementasi AIHSP masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan cakupan wilayah, ketergantungan terhadap dukungan eksternal, dan perlunya pendekatan edukasi yang lebih inklusif terhadap berbagai latar belakang masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang berorientasi pada penguatan kapasitas lokal, keberlanjutan program, serta perluasan kolaborasi lintas sektor dan komunitas. Penelitian ini merekomendasikan agar AIHSP dijadikan model kerja sama internasional dalam bidang kesehatan masyarakat berbasis pendekatan One Health.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | AIHSP, kerja sama bilateral, rabies, Nusa Tenggara Timur, One Health |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 02:19 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 02:19 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53043 |
