MIFTAH, HAFIDZ ZAULA (2025) Kebijakan Pertahanan Indonesia Dalam Menghadapi Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) = Indonesia's Defense Policy in Responding to the Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E061211038-tKyikoQl5Upa7XCb-20250715151137.jpg
Download (866kB) | Preview
E061211038-1-2.pdf
Download (711kB)
E061211038-dp.pdf
Download (383kB)
E061211038-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 July 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Hafidz Zaula Miftah (E061211038), dengan judul skripsi “Kebijakan Pertahanan Indonesia dalam Menghadapi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA)”, di bawah bimbingan Agussalim Burhanuddin, S.IP, MIRAP pada Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk membahas respons pemerintah Indonesia terhadap sanksi internasional dalam hal ini kebijakan sanksi CAATSA. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif yang menggunakan library research atau telaah pustaka yang bersumber dari data sekunder seperti artikel jurnal, buku, website, dan dokumen pemerintah sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan sanksi CAATSA yang berisi pemberian sanksi bagi negara-negara yang melakukan transaksi persenjataan dari Rusia memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan pertahanan Indonesia, terutama dalam pengadaan alutsista. Pada awalnya, Indonesia berencana melakukan pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35 Flanker dari Rusia, akan tetapi rencana itu mengalami hambatan dengan adanya kebijakan sanksi CAATSA. Sebagai respons atas keberadaan sanksi tersebut, penelitian ini menemukan bahwa pemerintah Indonesia melakukan berbagai langkah atau strategi seperti menerapkan pendekatan diplomasi pertahanan serta diversifikasi alutsista ke negara-negara produsen pesawat tempur yang tidak menjadi target sanksi. Salah satunya melalui pembelian pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa strategi yang ditempuh Indonesia tidak hanya sebatas pengalihan kerja sama pengadaan alutsista, melainkan juga merefleksikan penerapan strategic hedging. Penerapan pendekatan ini yakni untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan kekuatan besar, dalam hal ini AS dan Rusia, tanpa mengambil posisi ekstrem di tengah dinamika internasional yang semakin kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa respons Indonesia terhadap tekanan kebijakan sanksi CAATSA mencerminkan pentingnya kebijakan pertahanan yang adaptif dan fleksibel serta penerapan diplomasi pertahanan dalam menjaga kepentingan nasional di bidang pertahanan dan keamanan. Kata Kunci: CAATSA, Dassault Rafale, Kebijakan Pertahanan, Modernisasi Alutsista, Sukhoi Su-35 Flanker
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | CAATSA, Dassault Rafale, Kebijakan Pertahanan, Modernisasi Alutsista, Sukhoi Su-35 Flanker |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 01:58 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 01:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53034 |
