ANUGRAH, RESKI (2025) Analisis Yuridis Terhadap Tindak Pidana Menyelundupkan Barang Tanpa Menyerahkan Pemberitahuan Pabean (Studi Kasus Putusan Nomor 455/Pid.B/2023/PN Rhl) = Juridical Analysis of the Crime of Smuggling Goods Without Submitting a Customs Declaration: A Case Study of Decision Number 455/Pid.B/2023/PN Rhl. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B011211135-cover.jpg
Download (61kB) | Preview
B011211135-1-2.pdf
Download (349kB)
B011211135-dp.pdf
Download (153kB)
B011211135-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
RESKI ANUGRAH (B011211135). Analisis Yuridis Terhadap Tindak Pidana Menyelundupkan Barang Tanpa Menyerahkan Pemberitahuan Pabean (Studi Kasus Putusan Nomor 455/Pid.B/2023/PN Rhl). Dibimbing oleh M. Aris Munandar. Latar Belakang: Penyelundupan barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean merupakan bentuk pelanggaran hukum yang dapat mengganggu tertib administrasi negara dan kestabilan ekonomi nasional. Penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan perlu dianalisis apakah telah memenuhi prinsip keadilan yuridis dan substantif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualifikasi tindak pidana penyelundupan barang tanpa pemberitahuan pabean dan sistem pemidanaan berdasarkan putusan pengadilan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, menggunakan sumber data berupa bahan hukum primer dan sekunder, serta dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa (1) Tindak pidana menyelundupkan barang tanpa pemberitahuan pabean dalam Pasal 102A UU Kepabeanan adalah delik formil dan bersifat lex specialis, yang selesai saat kewajiban administratif dilanggar, tanpa perlu akibat nyata, dengan ancaman pidana kumulatif; (2) Putusan No. 455/Pid.B/2023/PN Rhl telah membuktikan dakwaan secara sah, namun pidana yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan dan ancaman maksimal, tanpa alasan memadai, disertai ketidaksesuaian data barang bukti dan pengabaian dampak lingkungan. Kesimpulan: Tindak pidana menyelundupkan barang tanpa pemberitahuan pabean sebagaimana diatur dalam Pasal 102A UU Kepabeanan merupakan delik formil dan lex specialis, yang dianggap selesai saat kewajiban administratif dilanggar, tanpa mensyaratkan akibat nyata. Dalam Putusan No. 455/Pid.B/2023/PN Rhl, hakim membuktikan dakwaan secara sah, namun pemidanaan yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan dan ancaman maksimal, tanpa disertai alasan yang memadai. Selain itu, ditemukan ketidaksesuaian data barang bukti serta pengabaian terhadap dampak lingkungan yang semestinya menjadi pertimbangan pemberat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kepabeanan, Pemidanaan, Penyelundupan |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 07:42 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 07:42 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53027 |
