ARTA, DINDA AWALIA (2025) Tinjauan Yuridis Implementasi Prinsip Kepentingan Terbaik Bagi Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Narkotika (Studi Putusan Nomor 3/Pid.Sus-Anak/2024/PN Tgl) = Legal Review Of The Implementation Of The Best Interest Principle For The Children Commiting Narcotics Crimes (Study Of Decision Number 3/Pid.Sus-Anak/2024/PN Tgl). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B011211103-hpL5gAwdslVBGWFH-20250930171458.jpeg
Download (67kB) | Preview
B011211103-1-2.pdf
Download (377kB)
B011211103-dp.pdf
Download (151kB)
B011211103-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 August 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Prinsip kepentingan terbaik bagi anak mewajibkan hakim mengutamakan rehabilitasi dan perlindungan, namun dalam perkara narkotika seringkali masih dikesampingkan oleh orientasi pemidanaan. Tujuan: Penelitian ini ingin mengetahui pengaturan Prinsip Kepentingan Terbaik Bagi Anak sebagai pelaku tindak pidana narkotika dalam hukum pidana narkotika dan pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap Anak pelaku Tindak Pidana Narkotika dalam Putusan Nomor 3/Pid.Sus-Anak/2024/PN Tgl. Metode: Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Penelitian hukum normatif adalah jenis metodologi penelitian hukum yang mendasarkan analisisnya pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan relevan dengan permasalahan hukum yang menjadi fokus penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Prinsip kepentingan terbaik bagi anak dalam tindak pidana narkotika telah diatur melalui UU SPPA dengan pendekatan restorative justice dan diversi, namun praktiknya masih sering bergeser pada pemidanaa; (2) Prinsip kepentingan terbaik bagi anak dalam tindak pidana narkotika telah diatur melalui UU SPPA dengan pendekatan restorative justice dan diversi, namun praktiknya masih sering bergeser pada pemidanaan. Kesimpulan: Prinsip kepentingan terbaik bagi anak sudah diatur dalam UU SPPA, namun penerapannya dalam kasus narkotika belum konsisten karena masih berorientasi pada pidana penjara. Putusan Nomor 3/Pid.Sus-Anak/2024/PN Tgl hanya memberikan pidana penjara dan rehabilitasi sosial tanpa rehabilitasi medis, sehingga kepentingan terbaik anak belum sepenuhnya terwujud.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Child; Criminal Act; Narcotics |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 05:06 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 05:06 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53014 |
