SAPUTRA, IRWAN ADE (2025) BIROKRASI SEBAGAI INSTRUMEN REGENERASI KEKUASAAN: STUDI KASUS KEKUASAAN ADNAN PURICHTA ICHSAN DI KABUPATEN GOWA = BUREAUCRACY AS AN INSTRUMENT OF POWER REGENERATION: A CASE STUDY OF ADNAN PURICHTA ICHSAN'S POWER IN GOWA REGENCY. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
E053211010-Kt9f2rPlpS8sMCHe-20250820173425.jpg
Download (261kB) | Preview
E053211010-1-2.pdf
Download (3MB)
E053211010-dp.pdf
Download (211kB)
E053211010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 August 2027.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Irwan Ade Saputra. Birokrasi Sebagai Instrumen Regenerasi Kekuasaan: Studi Kasus Kekuasaan Adnan Purichta Ichsan di Kabupaten Gowa (Dibimbing oleh Armin Arsyad, AM Rusli dan Nurlinah) Latar Belakang Penelitian ini adalah Kemenangan 91% Adnan Purichta Ichsan melawan kotak kosong pada pilkada Gowa 2020 disinyalir kuat sebagai hasil dari bagaimanan menata birokrasi sebagai instrument untuk menggalang dukungan politik. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penggunaan birokrasi sebagai instrumen regenerasi kekuasaan politik di Kabupaten Gowa, dengan fokus pada strategi Adnan Purichta Ichsan dalam Pilkada 2020. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode case study dengan varian single case-multi analisis untuk mengungkap dinamika pemanfaatan struktur birokrasi dalam konteks politik lokal. wawancara mendalam dengan 15 informan kunci dimana hasil penelitian diorganisir dan diolah melalui aplikasi penelitian kualitatif N-Vivo. Pengolahan data di mulai dengan proses coding untuk selanjutnya dianalisis melalui beberapa pendekatan analisis untuk tema spesifik dan keterkaitan antar tema yang membentuk pola. Analisis pengembangan tema dilakukan dalam rangka mendorong analisis tematik kedalam kluster teori yang digunakan. Penyusunan model digunakan dengan variasi grounded theory yang prosesnya dikembangkan melalui integrasi hasil penelitian dengan theoretical framework. Temuan utama menunjukkan tiga pola utama: pertama, pemanfaatan jabatan camat dan lurah sebagai instrumen mobilisasi dukungan melalui penempatan pejabat yang mempertimbangkan loyalitas politik dan representasi wilayah. Kedua, penggunaan jabatan kepala dinas untuk menciptakan "birokrasi representatif" yang mengakomodasi berbagai kepentingan sosial-politik, dengan prioritas pada loyalitas daripada kompetensi teknis. Penelitian menghasilkan model teoritis "Birokrasi sebagai Instrumen Regenerasi Kekuasaan" yang terdiri dari tiga komponen: Mekanisme Integrasi Politik, Dinamika Pengelolaan Birokrasi, dan Hasil Politik. Model ini menjelaskan bagaimana birokrasi tidak sekadar netral, melainkan menjadi arena kontestasi dan rekonsiliasi politik yang efektif. Implikasi teoritis penelitian mencakup pengayaan konsep birokrasi representatif, kontribusi pada teori politisasi birokrasi, dan revitalisasi pendekatan neo-Institusional dalam studi politik lokal.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Model Birokrasi Politik, Regenerasi Kekuasaan, Politik Lokal |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ekonomi > Ilmu Ekonomi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 03:44 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 03:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52992 |
