PUTRI, MEGUMI RIZKY (2025) PERSONAL BRANDING FAHMI ADAM DI INSTAGRAM DALAM PEMILIHAN UMUM DPRD KABUPATEN GOWA TAHUN 2024 = FAHMI ADAM'S PERSONAL BRANDING ON INSTAGRAM IN THE 2024 GOWA DISTRICT DPRD GENERAL ELECTION. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
E052222004-Svu4XZLWVUh1gNrG-20250807081756.jpg
Download (735kB) | Preview
E052222004-1-2.pdf
Download (2MB)
E052222004-dp.pdf
Download (313kB)
E052222004-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 July 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pola komunikasi politik, di mana media sosial, khususnya Instagram, menjadi saluran strategis dalam membangun citra dan personal branding politik. Hal ini menjadi semakin relevan bagi politisi muda yang ingin terhubung dengan pemilih milenial dan Gen Z. Fahmi Adam, sebagai salah satu calon legislatif muda dari PPP, memanfaatkan media sosial sebagai medium utama dalam membentuk citra politik yang modern, responsif, dan autentik.. Tujuan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana personal branding Fahmi Adam dibangun melalui Instagram dan sejauh mana kontribusinya terhadap keberhasilannya terpilih sebagai anggota legislatif. Metode. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi digital, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis isi dan ditinjau menggunakan teori personal branding dari Peter Montoya. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Fahmi Adam dipengaruhi oleh sejumlah faktor strategis, antara lain: identitas generasi milenial, pengalaman organisasi kepemudaan, kekuatan tim kampanye yang variatif, integrasi strategi kampanye daring dan luring (blusukan), pemanfaatan Instagram sebagai media representasi politik, serta konsistensi personal branding yang ditampilkan. Instagram terbukti efektif dalam membangun kedekatan emosional dengan pemilih, menyampaikan nilai-nilai politik secara visual dan naratif, serta memperkuat elektabilitas Fahmi Adam di kalangan pemilih muda. Kesimpulan. Personal branding yang konsisten dan terarah melalui Instagram, dikombinasikan dengan pendekatan langsung ke masyarakat, menjadi kunci keberhasilan Fahmi Adam dalam memenangkan kontestasi politik lokal. Strategi ini selaras dengan teori Montoya, dan membuktikan bahwa komunikasi politik berbasis media sosial dapat menjadi kekuatan baru dalam pencapaian elektoral politisi muda.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | personal branding, komunikasi politik, media sosial instagram, pemilih Muda. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 04:12 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 04:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52990 |
