HARTANTI, Alya Lutfiah (2025) Analisis Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pornografi Dengan Modus Love Scamming Melalui Media Sosial (Studi Putusan No.228/Pid.B/2023/PN POL) = A Legal Analysis Of Pornography Crime Using Love Scamming Through Social Media (Study Of Decision No.228/Pid.B/2023/PN POL). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B011211032-V0OwbUzF4KgNlILf-20251002220934.jpg
Download (313kB) | Preview
B011211032-1-2.pdf
Download (197kB)
B011211032-dp.pdf
Download (89kB)
B011211032-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 September 2027.
Download (872kB)
Abstract (Abstrak)
ALYA HARTANTI (B011211032). Analisis Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pornografi Dengan Modus Love Scamming Melalui Media Sosial (Studi Putusan No.228/Pid.B/2023/Pn Pol). Dibimbing oleh Syamsuddin Muchtar sebagai Pembimbing. Latar Belakang: Perkembangan media sosial telah dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan love scamming, yaitu pemerasan berbasis hubungan asmara yang berujung pada kekerasan seksual digital. Kasus Putusan Nomor 228/Pid.B/2023/PN POL menunjukkan bagaimana pelaku memanipulasi korban lewat media sosial untuk tujuan eksploitasi, menegaskan pentingnya penerapan hukum yang tegas terhadap tindak pidana pornografi bermodus love scamming. Tujuan: Untuk menganalisis kualifikasi tindak pidana pornografi dengan modus love scamming melalui media sosial dalam perspektif hukum pidana dan mengetahui penerapan hukum pidana terhadap tindak pidana pornografi dengan modus love scamming dalam putusan Pengadilan Negeri Polewali No.228/Pid.B/2023/PN POL. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis Normatif dengan melakukan penelitian bahan hukum primer dan sekunder. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa (1) Love scamming melalui media sosial adalah kejahatan siber yang mengeksploitasi korban secara seksual dan psikologis dengan memanfaatkan hubungan emosional palsu. Meskipun belum diatur secara eksplisit, modus ini dapat dikualifikasikan sebagai penipuan (Pasal 378 KUHP), pelanggaran UU ITE, dan kejahatan seksual berbasis elektronik dalam UU TPKS. (2) Perbuatan terdakwa memanfaatkan hubungan asmara untuk mendapatkan konten eksplisit dan menekan korban, jelas terdapat unsur niat jahat yang sistematis. Karena itu, pertimbangan hakim yang hanya menggunakan pasal pornografi keliru, dan seharusnya diterapkan Pasal 368 KUHP serta Pasal 27 ayat (4) jo. Pasal 45 ayat (4) UU ITE secara concursus realis merujuk pada keadaan di mana seseorang melakukan beberapa tindak pidana yang berdiri sendiri, guna mencerminkan kompleksitas perkara dan melindungi korban secara maksimal. Kesimpulan: Love scamming melalui media sosial adalah kejahatan siber yang mengeksploitasi korban secara seksual dan psikologis dengan memanfaatkan hubungan emosional palsu. Dalam Putusan Nomor 228/Pid.B/2023/PN POL, terdakwa memeras korban dengan konten eksplisit yang diperoleh melalui hubungan asmara digital, menunjukkan unsur penipuan, pemerasan yang berbasis elektronik. Pertimbangan hakim yang hanya menerapkan pasal pornografi tidak mencerminkan kompleksitas perkara, dan seharusnya diterapkan asas concursus realis yaitu pasal 368 KUHP dan pasal 27 ayat (4) jo. Pasal 45 ayat (4) UU ITE.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Love Scamming; Media Sosial; Pornografi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 03:07 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 03:07 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52986 |
