NATSIR, ANDI NASRIL (2025) KONTRIBUSI COP 28 DALAM MEMPERKUAT KOMITMEN NEGARA-NEGARA UNTUK ENERGI BARU TERBARUKAN = COP 28 CONTRIBUTION ON STRENGTHENING COUNTRIES COMMITMENTS IN TERMS OF RENEWABLE ENERGY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B011201239-9WmFJqTtEBnzyP48-20250814142440.png
Download (57kB) | Preview
B011201239-1-2.pdf
Download (345kB)
B011201239-dp.pdf
Download (189kB)
B011201239-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 September 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ANDI NASRIL NATSIR (B011201239) dengan judul “Kontribusi COP 28 Dalam Memperkuat Komitmen Negara-Negara Untuk Energi Terbarukan”. Dibimbing oleh Laode M. Syarif Selaku pembimbing utama. Latar Belakang: Konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-28 (COP28) yang diselenggarakan pada tahun 2023 menjadi momentum krusial dalam upaya global menanggulangi krisis iklim. Salah satu fokus utama dalam konferensi ini adalah perlunya pengurangan drastis emisi gas rumah kaca, yang sebagian besar bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Tujuan: untuk mengetahui komitmen negara-negara peserta COP 28 dalam melaksanakan komitmennya sesuai dengan apa yang telah disepakati dalam COP 28. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan tipe penelitian normatif empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah penelitian lapangan dan penelitian studi kepustakaan. Penelitian lapangan diperoleh melalui wawancara sedangkan penelitian studi kepustakaan diperoleh dari peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah dan sumber tertulis lainnya. Hasil: Penelitian (1) menunjukkan bahwa negara peserta COP 28 seperti Jepang dan Australia telah menunjukkan komitmen yang cukup baik dalam melaksanakan kesepakatan yang telah disepakati dalam COP 28. Kesuksesan transisi energi terbrukan di Jepang dan Australia disebabkan oleh budaya hukum yang baik mengenai transisi energi dari negara tersebut. (2) Untuk Indonesia sendiri, meskipun proses transisi sudah terlihat, namun belum sebaik Jepang dan Australia. Hal ini disebabkan karena kesadaran tiap civitas yang masih kurang terhadap pentingnya transisi energi di masa yang akan datang. Kesimpulan: COP28 menjadi forum penting untuk mendorong komitmen konkret dari negara-negara peserta, terutama dalam menetapkan tenggat waktu yang jelas untuk penghentian penggunaan bahan bakar fosil dan mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Dalam konteks ini, COP28 tidak hanya menjadi ajang negosiasi, tetapi juga penentu arah kebijakan energi global dalam beberapa dekade mendatang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | COP 28, Energi Terbarukan, Komitmen |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 03:51 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 03:51 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52939 |
