POLITICAL BRANDING “DIKERJA BUKAN DICERITA” DALAM MEMBENTUK CITRA POLITIK PASANGAN ANDI MUCHTAR ALI YUSUF DAN ANDI EDY MANAF PADA PILKADA BULUKUMBA TAHUN 2024 = Political Branding “Dikerja Bukan Dicerita” in Shaping the Political Image of the Andi Muchtar Ali Yusuf and Andi Edy Manaf Pair in the 2024 Bulukumba Regional Election


SYAHRIAL, AZWAN (2025) POLITICAL BRANDING “DIKERJA BUKAN DICERITA” DALAM MEMBENTUK CITRA POLITIK PASANGAN ANDI MUCHTAR ALI YUSUF DAN ANDI EDY MANAF PADA PILKADA BULUKUMBA TAHUN 2024 = Political Branding “Dikerja Bukan Dicerita” in Shaping the Political Image of the Andi Muchtar Ali Yusuf and Andi Edy Manaf Pair in the 2024 Bulukumba Regional Election. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
E041211051-D6QTPvKAW0lfhYt9-20250815161415.jpg

Download (305kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E041211051-1-2.pdf

Download (959kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
E041211051-dp.pdf

Download (382kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
E041211051-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 July 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini menganalisis bagaimana political branding "Dikerja Bukan Dicerita" membentuk citra politik pasangan Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf dalam Pilkada Bulukumba Tahun 2024. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi makna slogan, integrasinya dalam kampanye, dan konsistensinya dengan kebijakan yang dijalankan, serta implikasinya terhadap citra politik, keputusan memilih, dan diferensiasi dari kompetitor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 12 informan kunci (pasangan calon, tim sukses, partai pengusung, pemilih pendukung dan non-pendukung, serta akademisi) dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa slogan ini berfungsi sebagai inti branding yang fleksibel, diinterpretasikan secara beragam, namun secara kausal terkait dengan rekam jejak kinerja pasangan petahana. Keberhasilannya diperkuat oleh resonansi budaya lokal Bulukumba yang pragmatis. Slogan ini secara signifikan membentuk citra positif yang didasarkan pada otentisitas pemimpin dan konsistensi kebijakan, meskipun menghadapi kritik terkait pemerataan pembangunan. Slogan ini juga terbukti efektif sebagai pembeda dari kompetitor, didukung oleh kemenangan telak pasangan tersebut di Pilkada Bulukumba tahun 2024. Studi ini menegaskan relevansi Teori Political Brand Trinity, menyoroti sinergi antara pemimpin otentik, kebijakan konsisten, dan dukungan partai terkoordinasi, serta pentingnya relevansi budaya dalam political branding yang berhasil.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Political Branding, Dikerja bukan Dicerita, Citra Politik
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 26 Jan 2026 06:18
Last Modified: 26 Jan 2026 06:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52883

Actions (login required)

View Item
View Item