WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI = Breach of Contract in the Implementation of Construction Work


MANDOANG, PATRICK FIRMAN (2025) WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI = Breach of Contract in the Implementation of Construction Work. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
B011181458-JGUbLKhdzfQWneV4-20251008140203.jpg

Download (227kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B011181458-1-2.pdf

Download (379kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
B011181458-dp.pdf

Download (208kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B011181458-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 July 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, terdapat beberapa bentuk wanprestasi dengan penyelesaian masalah yang berbeda-beda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk wanprestasi dalam pekerjaan konstruksi dan tanggungjawab penyedia dan pengguna jasa dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan pengamatan dan wawancara. Data primer meliputi data yang diambil di lapangan dengan melakukan wawancara langsung dengan narasumber dan data sekunder meliputi data yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku-buku ilmiah di bidang hukum dan jurnal ilmiah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Berdasarkan empat kasus yang telah dianalisis, terdapat persamaan bentuk wanprestasi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi yaitu keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Namun demikian, penyebab wanprestasi bervariasi, yaitu karena keadaan kahar seperti banjir dan sengketa lahan maupun karena kesalahan internal penyedia seperti perencanaan jadwal yang tidak realistis. Penyelesaian wanprestasi dilakukan melalui berbagai mekanisme, dalam kasus satu pekerjaan berhasil diselesaikan setelah diberi perpanjangan waktu dan pemberian kesempatan. Dalam kasus dua, dilakukan pemutusan kontrak tanpa pemberian kesempatan. Dalam kasus tiga diberikan perpanjangan waktu dan pemberian kesempatan namun pekerjaan tidak selesai sehingga dilakukan pemutusan kontrak. Dalam kasus empat pekerjaan diselesaikan setelah diberikan pemberian kesempatan. 2) Dalam hal tanggung jawab, penyedia jasa bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak, mengatasi dan melaporkan hambatan, dan memastikan kualitas hasil kerja. Sementara PPK bertanggung jawab mengevaluasi progres, memberikan solusi, dan menjamin lahan bebas sengketa. Kesimpulan: Bentuk wanprestasi yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi adalah keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan. Penyedia bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, sedangkan pengguna jasa bertanggung jawab untuk memastikan pekerjaan selesai tepat waktu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pekerjaan Konstruksi, Tanggung Jawab, Wanprestasi
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 26 Jan 2026 03:57
Last Modified: 26 Jan 2026 03:57
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52862

Actions (login required)

View Item
View Item