Hubungan Kadar HbA1c Dengan Komplikasi Diabetes Melitus: Neuropati, Nefropati, dan Dislipidemia = RELATIONSHIP BETWEEN HBA1C LEVELS AND DIABETES MELLITUS COMPLICATIONS: NEUROPATHY, NEPHROPATHY, AND DYSLIPIDEMIA


DAMAYANTHI, EKA (2024) Hubungan Kadar HbA1c Dengan Komplikasi Diabetes Melitus: Neuropati, Nefropati, dan Dislipidemia = RELATIONSHIP BETWEEN HBA1C LEVELS AND DIABETES MELLITUS COMPLICATIONS: NEUROPATHY, NEPHROPATHY, AND DYSLIPIDEMIA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
R011211102-8TIsHWmhxBJ3A5VD-20250110143737.jpeg

Download (58kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
R011211102-1-2.pdf

Download (265kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
R011211102-dp.pdf

Download (181kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
R011211102-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 December 2026.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis dengan prevalensi global yang terus meningkat, memengaruhi 537 juta orang dewasa (IDF). Kadar HbA1c, yang mencerminkan kontrol glikemik jangka panjang, merupakan indikator penting untuk mencegah komplikasi kronik DM seperti neuropati, nefropati, dan dislipidemia guna meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi beban ekonomi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan komplikasi diabetes melitus: neuropati, nefropati dan dislipidemia di Puskesmas Bajeng Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian analitik korelasional dengan desain cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah rekam medik pasien dan pemeriksaan IpTT (Ipswich Touch Test). Sampel pada penelitian ini berjumlah 165 orang menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS versi 29. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden perempuan (83,6%), berusia 19-59 tahun (60,0%), dan memiliki HbA1c tinggi (60,7%). Tidak mengalami neuropati (92,1%), memiliki ureum dan kreatinin normal (92,7%; 95,2%), dan mengalami dislipidemia (86,7%). Uji Spearman Rho menunjukkan: Hubungan signifikan HbA1c dengan neuropati (r=0,305; p=0,005, korelasi sedang). Hubungan signifikan HbA1c dengan dislipidemia (r=0,765; p=0,004, korelasi kuat). Tidak ada hubungan signifikan HbA1c dengan nefropati (r=-0,035; p=0,039 dan r=0,039; p=0,623). Kesimpulan dan saran: Terdapat hubungan kadar HbA1c dengan neuropati dan dislipidemia, tetapi tidak dengan nefropati. Disarankan untuk penelitian selanjutnya memperluas sampel dan variabel.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Hubungan, Kadar HbA1c, Komplikasi Diabetes Melitus
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Keperawatan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 23 Jan 2026 07:35
Last Modified: 23 Jan 2026 07:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52817

Actions (login required)

View Item
View Item