Analisis Political Cyberbullying di Media Sosial TikTok: Studi Pemilihan Presiden Indonesia 2024 = Analysis of Political Cyberbullying on TikTok Social Media: A Study of the 2024 Indonesian Presidential Election


KURNIAWAN, KURNIAWAN (2025) Analisis Political Cyberbullying di Media Sosial TikTok: Studi Pemilihan Presiden Indonesia 2024 = Analysis of Political Cyberbullying on TikTok Social Media: A Study of the 2024 Indonesian Presidential Election. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASSANUDDIN.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
E022231034-GdPJDhcgzBmw2AHM-20250722195315.jpg

Download (265kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E022231034-1-2.pdf

Download (679kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
E022231034-dp.pdf

Download (203kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
E022231034-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 July 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Maraknya political cyberbullying di media sosial, khususnya Tik Tok, selama periode pemilihan Presiden Indonesia 2024 menandai era baru dalam dinamika komunikasi politik digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap meningkatnya serangan verbal, penyebaran disinformasi, dan pelecehan daring terhadap para kandidat presiden yang berpotensi mengancam kualitas demokrasi dan partisipasi publik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengategorikan, dan menganalisis bentuk serta pola kemunculan political cyberbullying, serta mengungkap karakteristik pelaku di balik penyebaran konten negatif terhadap Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo. Metode. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif dengan pendekatan observasi dan dokumentasi video Tik Tok, didukung oleh perangkat lunak NVivo untuk pemetaan data dan identifikasi pola. Teori Online Disinhibition Effect dan Message Design Logics menjadi dasar interpretasi temuan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa political cyberbullying di Tik Tok didominasi oleh bentuk flaming, harassment, denigration, dan exclusion, dengan intensitas serangan meningkat pada periode debat dan kampanye terbuka. Aktor utama cyberbullying adalah akun anonim dan influencer yang aktif memanfaatkan fitur TikTok untuk memperluas jangkauan serangan. Kesimpulan. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam moderasi konten serta edukasi literasi digital guna mewujudkan ruang demokrasi digital yang sehat dan inklusif.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Political Cyberbullying; TikTok; Pilpres 2024; Online Disinhibition Effect; Media Sosial
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 23 Jan 2026 06:02
Last Modified: 23 Jan 2026 06:02
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52809

Actions (login required)

View Item
View Item