IMELDAWATY, IMELDAWATY (2025) ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN PAJANAN LOGAM BERAT CADMIUM (Cd) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR MINUM MASYARAKAT KECAMATAN PASIMARANNU KEPULAUAN SELAYAR = ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ANALYSIS OF HEAVY METAL CADMIUM (Cd) AND MANGANESE (Mn) EXPOSURE IN DRINKING WATER OF PASIMARANNU DISTRICT PEOPLE IN SELAYAR ISLANDS. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
K062231015-KGuHQzf9MmXCiDvU-20250817132920.jpeg
Download (105kB) | Preview
K062231015-1-2.pdf
Download (1MB)
K062231015-dp.pdf
Download (497kB)
K062231015-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 July 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Imeldawaty. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Mangan (Mn) pada Air Minum Masyarakat Kecamatan Pasimarannu Kepulauan Selayar (dibimbing oleh Anwar Mallongi dan Anwar Daud) Latar Belakang. Aktivitas sesar secara alami dapat menyebabkan kontaminasi sumber air dengan logam berat seperti mangan (Mn) dan kadmium (Cd). Gerakan sesar yang menghasilkan retakan membuka jalur bagi air tanah untuk berinteraksi dengan batuan berisi logam berat, yang mengakibatkan pelarutan dan pengangkutannya ke dalam sistem air tanah dan sumber air permukaan, berpotensi mencapai konsentrasi berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar konsentrasi logam berat Cd dan Mn pada air sumur dan perpipaan, lama pajanan, laju asupan, dan frekuensi pajanan Cd dan Mn pada air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat kecamatan pasimarannu. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Analisis data dilakukan dengan menghitung intake, Excess Cancer Risk (ECR), Risk Quotient (RQ), dan risk management. Apabila ECR>E-4 artinya kontaminan memiliki risiko karsinogenik dan perlu di lakukan manajemen risiko. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi Cd pada air minum perpipaan dan sumur mandiri sebesar 0,001 mg/L, sementara Mn masing-masing 0,62 mg/L dan 0,56 mg/L. Lama pajanan berkisar 2–57 tahun, laju asupan 1–2,5 L/hari, dan frekuensi pajanan 360–365 hari/tahun. Risiko paparan Cd dengan nilai > E-4 ditemukan pada 55% responden (perpipaan) dan 45% (sumur mandiri), sedangkan risiko Mn dengan RQ ≥ 1 hanya terdapat pada 6% (perpipaan) dan 0% (sumur mandiri). Manajemen risiko dilakukan melalui penetapan batas aman konsentrasi dan konsumsi, dengan nilai tertinggi pada logam Mn di sumur mandiri (1,2 × 10¹ mg/L). Kesimpulan. Karakteristik risiko pajanan Cd pada air minum perpipaan yang memiliki besar risiko >E-4 yaitu 55% dan pada air sumur mandiri 45%. Sementara itu pajanan Mn pada air minum perpipaan yang memiliki besar risiko RQ ≥ 1 yaitu 6% dan air sumur mandiri yaitu 0%.Manajemen risiko kesehatan yang dapat dilakukan yaitu penentuan batas aman konsentrasi dan konsumsi logam.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : ARKL; Kadmium; Mangan; Manajemen Risiko; Air Minum |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 02:26 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 02:26 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52791 |
