ANALISIS RISIKO KESEHATAN PAJANAN TIMBAL (Pb) DAN BESI (Fe) MELALUI KONSUMSI AIR MINUM MASYARAKAT KECAMATAN TELLU SIATTINGE KABUPATEN BONE = HEALTH RISK ANALYSIS OF LEAD (Pb) AND IRON (Fe) EXPOSURE THROUGH DRINKING WATER CONSUMPTION IN TELLU SIATTINGE SUBDISTRICT BONE REGENCY


MUSDALIFAH, MUSDALIFAH (2025) ANALISIS RISIKO KESEHATAN PAJANAN TIMBAL (Pb) DAN BESI (Fe) MELALUI KONSUMSI AIR MINUM MASYARAKAT KECAMATAN TELLU SIATTINGE KABUPATEN BONE = HEALTH RISK ANALYSIS OF LEAD (Pb) AND IRON (Fe) EXPOSURE THROUGH DRINKING WATER CONSUMPTION IN TELLU SIATTINGE SUBDISTRICT BONE REGENCY. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
K062231010-35QIbDrzXjBCWkdK-20250820000321.jpg

Download (370kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K062231010-1-2.pdf

Download (777kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K062231010-dp.pdf

Download (318kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
K062231010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Air sumur yang menjadi sumber utama air minum di pedesaan, berisiko terkontaminasi logam berat akibat aktivitas pertanian dan pembuangan limbah domestik. Residu pestisida dan pupuk anorganik dapat melepaskan logam berat seperti Pb dan Fe yang kemudian terinfiltrasi ke air tanah. Keberadaan sumur gali di area pertanian semakin meningkatkan potensi kontaminasi logam berat, sehingga konsumsi air tersebut berpotensi menimbulkan risiko kesehatan non-karsinogenik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar konsentrasi logam berat Pb dan Fe pada air sumur, lama pajanan, laju asupan, dan frekuensi pajanan Pb dan Fe pada air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat desa Itterung dan desa Lamuru. Metode. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan. Sampel air diambil dari 16 titik sumur menggunakan teknik purposive sampling dan 32 responden ditentukan melalui rumus Cochran. Analisis dilakukan untuk menghitung nilai intake dan Risk Quotient (RQ), jika nilai RQ ≥ 1 artinya kontaminan memiliki risiko non-karsinogenik dan perlu dilakukan manajemen risiko. Hasil. Rata-rata konsentrasi Pb sebesar 0,0216 mg/L dan Fe sebesar 0,1519 mg/L. Lama pajanan anak-anak berkisar 6-12 tahun sedangkan dewasa 13-60 tahun. Laju asupan anak-anak sebesar 1-1,5 liter/hari dan dewasa 2-2,5 liter/hari. Frekuesi pajanan anak-anak adalah 360 – 365 hari/tahun sedangkan dewasa 350 – 365 hari/tahun. Risiko pajanan Pb dengan nilai RQ > 1 ditemukan pada 7 responden anak, sementara seluruh responden dewasa berada dalam kategori aman. Pajanan Fe dinilai masih aman untuk semua responden baik anak-anak maupun dewasa. Manajemen risiko untuk menurunkan besarnya risiko konsentrasi logam berat Pb pada air sumur dapat dilakukan melalui penentuan batas aman konsentrasi dan jumlah konsumsi aman, penerapan teknologi pengolahan air sederhana, pengendalian sumber pencemar pertanian, perlindungan konstruksi sumur, serta monitoring kualitas air secara berkala. Kesimpulan. Anak-anak yang mengonsumsi air sumur di Desa Itterung dan Desa Lamuru berisiko mengalami efek kesehatan non-karsinogenik akibat paparan Pb dari residu pestisida pada area pertanian. Diperlukan pengelolaan risiko untuk menurunkan besarnya risiko konsentrasi logam berat Pb pada air sumur yang menjadi sumber air minum masyarakat desa Itterung dan desa Lamuru.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: analisis risiko; risk quotient; timbal; besi
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Lingkungan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 23 Jan 2026 02:31
Last Modified: 23 Jan 2026 02:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/52790

Actions (login required)

View Item
View Item